LINTASSUMUT.COM, JAKARTA | Pimpinan Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP PERTI) menyatakan sikap atas situasi nasional pasca demonstrasi 28 Agustus 2025. Dukungan penuh diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi gejolak bangsa dengan arif dan bijaksana.
Ketua Umum PP PERTI, Buya H.M. Syarfi Hutauruk, menegaskan bahwa pihaknya percaya Presiden mampu menjaga stabilitas sekaligus memberantas korupsi secara konsisten dan tanpa pandang bulu.
“Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Penindakannya harus tegas agar keadilan tegak dan kepercayaan rakyat kembali,” ujar Buya Syarfi, Senin (1/9/2025).
Selain itu, PERTI menolak rencana kenaikan gaji, tunjangan, maupun anggaran perjalanan dinas pejabat di tengah kesulitan ekonomi rakyat. Bahkan, PERTI menerima laporan ada daerah di Sumatera Utara yang hampir setengah APBD-nya terserap untuk kepentingan DPRD.
“Hal ini mencoreng semangat efisiensi pemerintahan Presiden Prabowo. Kami mendorong Kemendagri memberi perhatian serius,” tegasnya.
PERTI juga mengingatkan pejabat publik untuk menjauhi gaya hidup hedonis dan menampilkan kesederhanaan. Hari besar kenegaraan, misalnya HUT RI, sebaiknya diperingati secara khidmat tanpa hiburan berlebihan.
“Seorang pemimpin harus menjadi teladan dalam kesabaran, keadilan, dan kebesaran jiwa. Bukan tampil kekanak-kanakan,” ungkap Buya Syarfi.
Dalam pernyataannya, PERTI turut menyerukan agar partai politik menjaga moralitas dan kaderisasi yang berlandaskan akhlak mulia, bukan justru mempertontonkan perilaku tercela setelah berkuasa.
Di akhir, PERTI menegaskan komitmennya pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kebangsaan, serta mengajak masyarakat menjaga persatuan.
“Aspirasi hendaknya disampaikan secara bermartabat, tanpa merusak fasilitas umum yang justru merugikan rakyat,” pungkas Buya Syarfi.(Ded)







Komentar