TKP kedua, sebelah rumah, tepatnya di paret dekat Sekolah Global Prima kawasan Jalan Brigjen Katamso. Tersangka memperagakan 17 adegan.
“Pada hari Jumat (19/6) ibu korban mengantar kedua orang anaknya ke rumah neneknya. Kemudian yang bersangkutan berangkat kerja. Kemudian malam sekitar jam 20.00 WIB, anak-anak ini pulang ke rumah kemudian nonton tv dengan bapak tirinya,” ujar Kombes Pol Riko.
“Setelah itu si anak minta kepada bapaknya untuk beli ice cream. Tapi bapaknya bilang enggak punya uang. Ini baru pengakuan awal dari tersangka ya,” sambungnya.
Lanjut Riko, kemudian tersangka menjawab tidak punya uang. Kemudian anak-anaknya bilang bapaknya pelit. “Kemudian anak-anak akan bilang kepada ibunya untuk mencari bapak baru, itu keterangan awal dari tersangka. Untuk sementara akan kita dalami motifnya,” ucap Riko lagi.
Pengakuan tersangka, tersangka Rahmadsyah mengaku memegang kedua tengkuk anak-anak tersebut.
“Kedua anak ini dipegang tengkuknya, kemudian kepalanya dibenturkan. Setelah dibenturkan, si anak-anak ini jatuh, kemudian satu-satu dibenturkan ke lantai dan dinding sebanyak masing-masing empat sampai lima kali,” ucap Riko.







Komentar