LINTAS SUMUT I NIAS,
14 rumah warga dilalap sijago merah hangus terbakar sementara mobil pemadam kebakaran (Damkar) datang terlambat dan tidak berfungsi saat terjadi kebakaran sehingga menuai banyak rasa penyesalan dan kecewa dari masyarakat setempat serta para korban dengan mendesak Bupati mencopot pejabat yang memimpin operasional kendaraan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh para korban dan masyarakat setempat kepada Bupati Nias Selaku pimpinan Nomor satu diwilayah pemerintah kabupaten Nias saat berkunjung di lokasi kejadian. Rabu (25/11/2020).
“Kami sangat kecewa dan menyesali dimana 4 Unit Mobil damkar yang ada di pemerintah Kabupaten Nias dan satupun tidak bisa dikerahkan atau tidak berfungsi untuk memadamkan api dan semoga pihak pemerintah dapat mengambil tindakan tegas kepada pihak dinas tersebut dan menjadi suatu pengalaman kedepan agar tidak terulang kembali, “Ujar salah satu korban.
Diketahui Peristiwa kejadian kebakaran tersebut di jalan Diponegoro, Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Selasa (24/11/2020) sekira pukul 23.30 Wib malam.
Sementara, Bupati Nias Drs. Sokhitaulo Laoli, MM, menanggapi hal tersebut apa yang disampaikan oleh para korban dan akan mengambil tindakan tegas kepada dinas tersebut dengan mencopot dari jabatan.
“Saya pastikan melakukan tindakan terhadap ini dan akan saya COPOT dari jabatannya karena ini kelalaian tidak siap siaga mengahadapi bencana, “Tegasnya.
Lebih Lanjut, Bupati Nias menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan suatu bencana yang tidak kita inginkan dan secara pemerintah menilai adanya kelalaian dari petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang di koordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Seandainya tanggap dinas yang menangani masalah ini maka 4 atau 3 unit mobil pemadam kebakaran yang sudah ada mungkin sudah siap dikerahkan atau berfungsi dan saya rasa sedikit teratasi walaupun tidak sesuai apa yang kita harapkan, “Sebutnya.
Ditempat yang sama, Camat Idanogawo Boni Fasius Telaumbanua, mengatakan bahwa untuk sementara posko pengungsi korban kebakaran telah kita dipersiapkan rumah dinas camat Idanogawo dan sampai saat ini masih belum ada para korban yang menempati.
“Kita sudah siapkan rumah dinas camat Idanogawo dan sudah kita tawarkan kepada semua korban tapi untuk sementara masih belum ada yang menempati karena para korban lebih memilih tinggal dirumah tetangga atau saudara, “Tutur Camat.
Selain itu, Kapolsek Idanogawo Yafao Lase selaku pihak pengamanan dilokasi tersebut menuturkan bahwa dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan hanya kita lihat bangunan sudah hancur dan untuk dugaan sementara masih dalam Lidik.
“Dari tadi malam kita berada di lokasi sekira pukul 23.30.wib – 03.30 Wib bersama seluruh elemen forkopimka dan pemerintah desa beserta masyarakat bersama-sama berusaha memadamkan api. Dalam kejadian ini satupun tidak ada koran jiwa, dugaan sementara hingga saat ini terjadinya kebakaran masih dalam tahap lidik” ujar Kapolsek singkat.
Pantau awak media Nama- nama korban kebakaran rumah tersebut yakni Ama Syukur Hura, Ama Gibran Zebua, Ama Ilman Zebua, Ama Asran Zebua, Ama lisbed Zebua, Ama Putra Zebua, Ama Yolan Gori, Ama Liona Larosa, Ama Jimbambang Halawa, Ina Kuman Larosa, Ama Fredi Larosa, Ina Kiman Larosa, Firman Yanus Larosa (Sekda Kab.nias), Aman Ardian, (YML)









Komentar