LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Peristiwa tragis penganiayaan terhadap seorang pemuda hingga tewas di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (1/11/2025), mendapat kecaman luas dari berbagai kalangan. Polisi telah bertindak cepat dan berhasil menangkap lima orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.
Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Tengah, Raju Firmanda Hutagalung, mengecam keras tindakan keji tersebut. Ia menyebut perbuatan para pelaku sebagai “perbuatan setan yang terkutuk” dan mendesak agar mereka dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya.
“Atas nama DPD KNPI Tapteng, kami mengapresiasi Polres Sibolga yang sigap menangkap para pelaku yang menganiaya hingga menghilangkan nyawa seseorang di dalam masjid. Perbuatan itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kesucian rumah ibadah. Kami mengutuk keras tindakan tersebut dan berharap para pelaku dihukum setimpal,” tegas Raju dengan nada geram.
Aktivis muda yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial dan antikorupsi itu juga menilai, tindakan kekerasan di tempat ibadah mencerminkan hilangnya nilai moral dan empati di tengah masyarakat.
“Masjid seharusnya menjadi sarana dakwah dan tempat yang memanusiakan manusia. Tidak boleh ada kekerasan di dalamnya. Setiap masalah harus disikapi dengan pikiran yang sehat, hati yang lembut, dan nurani yang bersih,” ujarnya.
Lebih lanjut, Raju mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Mari kita doakan agar para pelaku diberi hidayah dan ampunan oleh Allah SWT. Semoga korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dilapangkan kuburnya, dan dijadikan taman-taman surga. Aamiin,” tutur Raju.
Raju juga menyoroti degradasi moral yang kian terasa di Kota Sibolga. Ia menilai pemerintah daerah tampak kurang peduli dan lambat merespons situasi sosial yang kian mengkhawatirkan.
“Kita melihat adanya degradasi moral yang nyata di tengah masyarakat. Pemerintah semestinya hadir dan menunjukkan empati terhadap peristiwa vital seperti ini,” pungkasnya.(Ded)







Komentar