oleh

Tanggul Kembali Jebol, Proyek Pengendali Banjir Tukka Disorot karena Lamban

Lintassumut.com, Tapteng | Kekecewaan warga terhadap lambannya pembangunan proyek pengendali banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), memuncak. Puluhan warga mencegat Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (Bina OP) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Faliansyah, saat meninjau lokasi proyek di Desa Hutanabolon, Rabu (22/7/2026).

Faliansyah bersama rombongan datang untuk meninjau progres pembangunan pengendali banjir pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah pada November 2025.

Sekitar 20 warga menyampaikan protes karena proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinilai berjalan lambat. Mereka menilai keterlambatan tersebut membuat masyarakat kembali menjadi korban banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Tukka.

Warga mengungkapkan, banjir yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) kembali merusak tanggul sementara yang telah dibangun. Akibatnya, air meluap hingga merendam permukiman, merusak rumah yang sebelumnya telah diperbaiki, serta menghanyutkan sejumlah perabot rumah tangga.

Masyarakat mendesak Kementerian PU mempercepat penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026 agar memberikan perlindungan nyata bagi warga.

“Sudah hampir delapan bulan sejak bencana November lalu, tetapi belum ada solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Tanggul terus jebol. Dikeruk terus, tetapi banjir terus datang,” kata Boru Hutagalung.

Ia menyebut banjir pada 18 Juli lalu hampir menyerupai bencana besar November 2025. Bedanya, kali ini tidak terjadi longsor dan material kayu yang terbawa arus tidak sebanyak sebelumnya.

Baca Juga : 

Keluhan senada disampaikan Boru Harahap. Menurutnya, hasil pekerjaan proyek hingga kini belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pengendalian banjir di Tukka.

“Belum kelihatan hasilnya. Setiap hujan sekitar dua jam saja, wilayah kami sudah kebanjiran lagi. Kami juga tidak tahu sejauh mana progres pekerjaannya,” ujarnya.

Ia juga menolak alasan keterlambatan proyek akibat faktor cuaca.

“Bulan Juni kemarin musim kemarau cukup panjang. Jadi jangan semua disalahkan karena faktor alam,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Faliansyah menjelaskan bahwa tanggul yang beberapa kali jebol merupakan tanggul darurat yang dibangun sebagai penanganan sementara.

“Nantinya tanggul permanen akan dibangun menggunakan konstruksi beton. Memang prosesnya membutuhkan waktu karena kondisi tanah di lokasi didominasi batu sehingga pekerjaan tidak bisa dilakukan secara instan,” jelasnya.

Ia mengatakan kunjungannya ke Tukka bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan dukungan kepada tim pelaksana di lapangan.

“Solusi terbaik adalah membangun dinding penahan tanah dari beton karena pemasangan tiang pancang di lokasi ini terkendala kondisi batuan,” ujarnya.

Sementara itu, Adi Suhendri selaku penanggung jawab lapangan pihak pelaksana proyek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) SBK saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa informasi mengenai progres pekerjaan secara rinci merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II.

Baca Juga :  Wali Kota Perkuat Sinergi di Pisah Sambut Danlanal TBA

Perwakilan PT WIKA SBK menjelaskan, banjir yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air dari kawasan hulu Aek Harse dan Aek Sigala-gala meningkat drastis.

“Yang jelas hujan pada hari Sabtu sangat lebat, sehingga debit air yang dari hulu, baik Aek Harse maupun Aek Sigala-gala, meningkat. Akibatnya air sungai melimpas melewati tanggul-tanggul sementara karena besarnya debit air yang datang. Bisa dibilang ini adalah banjir yang hampir serupa dengan November tahun lalu,” ujar Adi.

Adi Suhendri juga menyarankan agar penjelasan teknis terkait progres pembangunan dan pelaksanaan proyek dikonfirmasi langsung kepada BBWS Sumatera II selaku pihak yang berwenang.

Sebagai informasi, proyek pengendalian banjir di Kecamatan Tukka meliputi tiga paket pekerjaan utama, yakni pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, serta pembangunan pengendalian sedimen Sungai Sigala-gala. Paket pembangunan sabo dam Sungai Tukka dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar