PATUMBAK | Lintas Sumut – Seorang sopir angkot mengakhiri hidup dengan cara melompat ke sumur sempit sedalam 20 meter di Jalan Perjuangan 3 Kota Baru, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Sabtu (13/6) pukul 18.30 WIB.
Diduga depresi akibat sulitnya mencari uang di masa Covid-19 menjadi alasan Ibrahim Siburian mengakhiri hidupnya.
Mangisi Simanungkalit (37) mengatakan, suaminya Ibrahim Siburian depresi akibat sulitnya mencari uang pada masa pandemik Covid-19 ini. Keluhan itu disampaikan Ilham langsung pada dirinya beberapa hari sebelum bunuh diri.
“Dia pernah bilang ke saya, angkot tidak jalan, kalau jalan pun penumpang tidak ada. Jika terus begini apa lagi yang mau kita makan,” ujar Mangisi.
Mangisi menjelaskan, sejak pandemik virus corona, suaminya memang tidak pernah keluar rumah. Kalau keluar tidak pernah jauh-jauh dan paling lama jam 18.00 WIB sudah pulang lagi rumah.
Sabtu (13/6), Ibrahim tak kelihatan sekal pagi. bahkan Mangisi, sang istri ibrahim tak mengetahui keberadaan suaminya hingga jam 18.00 WIB.
Mangisi panik dan berusahan mencari keliling kampung tapi tetap tak menemukan suaminya.
Punya firasat lain dan merasa curiga, tanpa sengaja Mangisi ia tanpa sengaja melihat sandal dan topi suaminya terapung di dalam sumur dan beberapa saat kemudian melihat tubuh pria yang telah memberinya dua anak itu terapung.
Melihat itu, Mangisi langsung lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Teriakannya kemudian membuat heboh para tetangga. Warga berdatangan untuk memberi bantuan. Kepada warga sambil menangis Mangisi berkata, “Tadi ku lihat jasad suamiku terapung, namun tiba tiba tenggelam.”
Sebelum Tim Basarnas datang, warga mencoba mengevakuasi jenazah Ibrahim dari dalam sumur. Namun karena sumur sempit dan dalam, warga gagal. Tim Basarnas Kota Medan dengan menurunkan seorang penyelam, akirnya berhasil mengangkat jenazah Ibrahim ke permukaan. Si penyelam mengakui, agak sulit mengangkat jenazah karena terjepit di dasar sumur.
Setelah berhasil, jenazah diperiksa tim Inafis Polrestabes Medan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk di semayamkan.
“Kita mengerah 8 orang personil Basarnas kota Medan, walaupun medan cukup sulit, tapi kita berhasil mengevakuasi jasad korban dari dalam sumur malam ini,” ujar Hori, komandan Tim Basarnas.
Pantauan di rumah duka, setelah jasad korban dibaringkan di lantai beralaskan kontong jenazah, keluarga terutama istri, anak dan ibunya menjerit jerit histeris.
Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fahreza SiK SH bersama anggotanya terlihat dilokasi. Namun ketiak diminta konfirmasi, dia bersedia memberi keterangan terkait tewasnya sopir angkot tersebut.







Komentar