LINTASSUMUT.COM, SIBOLGA | Dugaan kepemilikan kapal bom ikan oleh Samani kembali mencuat ke publik. Polemik ini makin panas setelah salah satu anggota Samani menelepon tokoh masyarakat sekaligus aktivis lingkungan, Andri Malau, untuk menyinggung pernyataan yang muncul di pemberitaan.
“Kenapa abang naikkan pernyataan itu? Mau kali abang buat pernyataan untuk berita dia. Kami tidak pernah gentar, bang, kalau soal pemberitaan mengenai kapal bom ini. Karena abang saja yang menaikkan pernyataan, ya kami hargai,” ujar seorang anggota Samani saat menghubungi Andri Malau lewat telepon.
Menanggapi itu, Andri Malau menegaskan sikapnya yang menolak praktik penangkapan ikan dengan bahan peledak.
“Itu harus ditegakkan. Saya tidak peduli soal uang atau stabilitas yang kalian maksud. Yang saya tekankan, kenapa kalian pakai bom ikan untuk menangkap ikan di laut? Kalian tidak punya perasaan. Keinginan saya, kalian harus berhenti. Saya mau melihat terumbu karang jangan dirusak. Bekerjalah dengan baik untuk mengambil ikan di laut tanpa merusak,” tegas Andri ke Lintassumut.com, Senin (6/10)
Ia menambahkan, dirinya tidak akan mundur meski yang menelepon adalah anggota atau suruhan Samani.
“Saya tegaskan, tutup itu! Tidak laku bagi saya suap-suap,” pungkasnya.
Isu dugaan aktivitas kapal bom di perairan Sibolga-Tapteng-Nias belakangan ini memang kerap menjadi sorotan. Publik menilai praktik tersebut tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga menimbulkan kecurigaan adanya setoran kepada oknum aparat sehingga para pelaku terkesan kebal hukum.(dp)













Komentar