oleh

Saling Tatap Muka, Seorang Pria di Nias Tewas Bersimbah Darah

-BERITA, SUMUT-10,120 views

LINTAS SUMUT I NIAS –

Akibat saling tatap, seorang pria bernama Elinudi Halawa alias Ama Feni (50) menjadi korban Pembunuhan didekat rumah milik Ama Gayanu Halawa, di dusun I, Desa Simanaere Botomuzoi, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias. Selasa (12/01/2021) sekira pukul 17.00 Wib.

Untuk sementara, motif kejadian Pembunuhan tersebut karena Pelaku menatap Korban sehingga membuat Korban emosi dan Pasal yang dipersangkakan kepada pelaku yakni Pasal 338 dari KUHPidana “Dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain atau Pembunuhan ”dan diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 (lima belas) tahun.

Kepala Kepolisian Resort Nias mengungkapkan bahwa meninggalnya Elinudi Halawa (50) dan dibunuh oleh seorang laki-laki berinisial SH (23) warga Desa Simanaere Botomuzoi, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias. Dan hal ini, disampaikan melalui press release kepada media massa oleh Paur Humas polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu. Jumat (15/01/2021).

Dijelaskanya, Sekira pukul 15.00 Wib, pelaku (SH) sedang berada didekat rumah milik Ama Gayanu Halawa untuk menjual buah pisang miliknya. Dan sekitar pukul 16.30 wib, SH (Pelaku) melihat EH (Korban) melintas didepannya sambil berjalan kaki dengan membawa sebilah parang yang pakai sarung berada dipinggang sebelah kiri korban.

Kemudian, sekira pukul 17.00 Wib pelaku (SH) berjalan kearah rumah milik Ama Cindi Halawa yang jaraknya sekitar 300 Meter dari rumah Ama Gayanu Halawa, Pelaku (SH) melihat Mobil Pick-Up, Pelaku dan teman-temannya penjual pisang memberhentikan mobil Pick-up tersebut.

Setelah diberhentikan, pelaku (SH) melihat EH (korban) sudah berada diatas Mobil Pick-up dengan posisi duduk dibangku depan. Dan Pelaku bersama dengan temannya atas nama Siyasa dan Sidori serta Sifo’o ikut naik keatas mobil Pick-Up hingga didepan rumah milik Ama Gayanu Halawa. Kemudian, pelaku (SH) turun dari mobil pick-up dan mobil pick-up tersebut melanjutkan perjalanannya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tapteng Apresiasi Wahana Visi Indonesia atas Kontribusi Penanganan Tanggap Darurat Bencana

Seterusnya, mobil pick-up tersebut kembali lagi dimana pelaku masih melakukan kegiatannya menjual pisang miliknya. Kemudian, Korban (EH) datang dan menuju rumah milik Ama Gayanu Halawa. Lalu, Pelaku (SH) menatap korban (EH) sambil bercekcok mulut.

“Kenapa kau natap saya, “Kata Korban. lalu pelaku menjawab, “saya bukan menatapmu, bukan sengajaku”. Setelah itu, Korban (EH) kembali berkata, “apa maksudmu menatapku”, dan pelaku menjawab “saya tidak bermaksud apa-apa”.

“Lalu, Korban (EH) menarik sebilah parang yang berada didalam sarung dipinggang sebelah kirinya dengan menganyun-ayunkan parang tersebut kearah pelaku (SH) yang dalam keadaan jongkok menjagai pisang jualannya. Dan Korban (EH) meloncat sambil mengayunkan parang miliknya dan mengenai pipi pelaku sebelah kanan dan mengeluarkan darah, “Jelas Paur Humas polres Nias dalam Press releasenya.

Lebih lanjut, Yadsen Hulu Juga Mengatakan bahwa dan tidak hanya itu, Korban (EH) juga mengayunkan sebilah parang miliknya kepada adik-adik kandung pelaku (SH) yang berada dekatnya. Lalu, Pelaku mengambil sebuah batu sebesar buah kelapa dan melemparkannya kearah korban.

Namun, tidak mengenai dan korban mengejar adik-adik kandung pelaku dan tidak bisa dikejarnya. Lalu korban berbalik mengejar pelaku dan mengayunkan sebilah parang kearah pelaku, dimana posisi pelaku menghindar dan lari.

“Parang yang diayunkan oleh korban sempat mengenai tubuh di bagian bawah ketiak pelaku sebelah kiri. Dan pelaku (SH) melarikan diri sambil melihat beberapa ember ditanah dan mengangkat ember tersebut untuk menahan serangan Korban. Dan korban mengayunkan kembali sebilah parang tersebut dan mengenai jari jempol sebelah kanan pelaku dan ember yang ada di tangan pelaku terjatuh, “Sebutnya.

Tambahnya Lagi, Pelaku (SH) memeluk korban (EH) sehingga mereka sama-sama jatuh ke tanah dan begelut dimana posisi pelaku dibawah. Kemudian, pelaku menggigit hidung korban sehingga korban mulai lemah.

Baca Juga :  Bupati Tapteng Terima Audiensi STAI Barus, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Toleransi Antarumat Beragama

Pelaku (SH) berusaha mengambil posisi diatas dan setelah berhasil memposisikan dirinya di atas Korban (EH) yang dalam keadaan telungkup ditanah kemudian pelaku berusaha mengambil sebilah parang milik korban.

Setelah pelaku menguasai sebilah parang milik korban dan kemudian pelaku langsung mengayunkannya kearah leher belakang korban. Lalu, tangan sebelah kiri korban melindungi kepala kepala belakangnya sehingga sebilah parang yang telah pelaku ayunkan, Pelaku mengenai leher belakang dan tangan sebelah kiri korban.

Kemudian, pelaku kembali mengayunkan sebilah parang tersebut kearah leher belakang korban, kemudian setelah korban tidak berdaya lagi.

Pelaku meninggalkan tempat kejadian dengan membawa sebilah parang milik korban dan menuju kearah rumah abangnya dan ia (Pelaku) meminta tolong untuk dibawa kerumah sakit.

“Abangnya Pelaku (SH) membawa ke Rumah Sakit Umum Gunungsitoli dengan menggunakan Sepeda Motor untuk dibawa berobat karena mengalami luka, “Jelas Yadsen.

Paur Humas Polres Nias Yadsen Hulu, mengungkapkan bahwa tak lama sesudah terjadi dan Pihak Polsek Hiliduho mendapatkan informasi dari warga masyarakat setempat telah terjadi peristiwa pembunuhan dan pelakunya telah dibawa ke Rumah Sakit Gunungsitoli untuk berobat karena mengalami luka.

Kapolsek Hiliduho Ipda Eliakim Siahaan menghubungi Sat Reskrim Polres Nias dan Personil Sat Reskrim Polres Nias menuju Rumah Sakit Umum Gunungsitoli untuk mengamankan Pelaku (SH) dan Personil Polsek Hiliduho langsung menuju TKP untuk melakukan olah TKP dan membawa korban (EH) ke UPTD Puskesmas Botomuzoi untuk dilakukan Visum.

“Saat ini Pelaku (SH) telah diamankan dan dilakukan Penahanan di RTP Polres Nias, “Kata Yadsen. (YML)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar