oleh

Rapat Terkait Iuran Sekolah Methodis Indonesia Anthokia, Orang Tua Murid Kecewa

Lintas Sumut | Deli Serdang
Terkait pengutipan iuran sekolah, orang tua siswa kembali mengelar rapat dengan pihak yayasan Methodis Indonesia Anthokia Pancur Batu. Namun rapat tersebut berujung kecewa, Sabtu (09/5).
Dalam rapat itu dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Deli Serdang Gambo Tarigan yang juga anggota Komisi D kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Gambo menjelaskan pihak yayasan awalnya telah memberikan keringanan 50 ribu rupiah, setelah rapat kedua ini digelar pihak yayasan kembali menurunkan iuran sekolah sebanyak 80 ribu untuk yang reguler, serta 180 ribu untuk sekolah yang plus ujarnya.
“Pihak yayasan telah menyatakan apabila ada orang tua murid yang ingin pengurangan diluar hasil rapat agar mengajukan kembali ke pihak yayasan melalui kepala sekolah masing – masing terangnya”, terang anggota DPRD komisi D yang membidangi pendidikan itu.
Pada rapat sebelumnya digelar, pihak orang tua murid mengajukan pertimbangan kebijakan pimpinan yayasan agar memberikan keringanan biaya iuran sekolah mengingat dampak covid 19 yang sedang melanda sendi perekonomian, untuk itu para orang tua murid meminta keringanan sebanyak 50 persen serta penghapusan uang semester mengingat anak didik mengadakan proses belajar mengajar maupun ujian dari rumah masing – masing.
Orang tua murid yang hadir kecewa terhadap management Yayasan Methodis Indonesia Anthokia ang terkesan tertutup
Kekecewaan para orang tua murid dimana hasil rapat tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Dimana tidak adanya penghapusan iuran uang semester membuat pihak orang tua murid bertanya-tanya, kemana kegunaan uang semester itu?.
Pihak orang tua juga menyayangkan sikap pengurus yayasan yang tak mau terbuka perihal dana Bantuan Operasional Sekolah dana (BOS), seperti pada penggunaan Dana Bos pada umumnya di publikasi ke masyarakat tentang perihal rincian penggunaan uang negara yang diperuntukkan untuk anak sekolah.
Sejumlah orang tua yang hadir mengikuti rapat juga kecewa tidak pernah bertemu dengan pimpinan yayasan menjawab aspirasi orang tua murid, Dan yayasan juga dituding tidak menjelaskan struktur organisasi komite sekolah diyayasan ini, sehingga tidak ada yang memantau kemana pergerakan Dana bos itu, uang pemerintah itu bukan untuk pendiri yayasan namun untuk siswa/siswi beber sejumlah orang tua murid.
Orang tua murid makin meradang ketika pihak yayasan menyampaikan jika mengambil suatu keputusan tidak memerlukan masukan para orang tua murid.
“ini jelas melukai hati kami para orang tua lah bang, jelas-jelas sekolah ini sosial namun nyatanya kami tidak dianggap, sama saja ini sekolah model pemimpin otoriter” tegasnya.
Sampai berita ini ditayangkan pihak yayasan methodis indonesia anthokia belum berhasil dikonfirmasi perihal kekecewaan sejumlah orang tua murid tersebut. (Ly TNB)
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Baca Juga :  Kematian Boy Simamora Diselimuti Tanda Tanya, Kuasa Hukum Desak Polisi Buka Terang Fakta

Komentar