oleh

Perangkat Desa Ehosakhozi Mengundurkan Diri Sebagai Penerima KKS

Lintas Sumut I Nias.

Salah seorang perangkat Desa Ehosakhozi, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias atas nama Piardiaron Laoli, A.Md, dengan resmi mengundurkan diri dari penerima manfaat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Selasa (16/06/2020).

Foto : Surat Pernyataan Pengunduran diri Piardiaron Laoli, A.Md., Sebagai Pemerima KKS.

“Saya bersedia menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima manfaat KKS berhubung masih banyak yang lebih membutuhkan. Harapan saya agar diberikan kepada masyarakat yang lebih layak. “Ungkap Piardiaron Laoli.

Kepala Desa Ehosakhozi Sadarman Laoli, S.Kep, Sangat Mengapresiasi kejujurannya yang mempunyai prinsip yang ikhlas dan agar penerima manfaat KKS ini lebih diutamakan yang benar- benar layak atau yang benar membutuhkan sesuai fakta.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Bahas Kemajuan Masjid Agung Al-Munawwaroh Bersama Pengurus
Foto : Piardiaron Laoli Saat Menyerahkan Surat Pernyataan Pengunduran diri Kepada Pihak Bank BRI disaksikan oleh Kepala desa Ehosakhozi.

Selain itu, Sadarman Laoli menjelaskan bahwa sebagai peserta penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ada banyak ditemui data ganda, nama yang sudah meninggal dunia, pindah, merantau, keluarga pensiunan, dan nama penerima PKH yang disalurkan hari ini di Desa Ehosakhozi, kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias oleh Bank BRI.

Foto : Peserta Penerima KKS Kecamatan, Hiliserangkai, Kabupaten Nias.

“Ini merupakan kesalahan data karna kurang koordinasi di desa sehingga dari 45 orang penerima manfaat KKS di desa Ehosakhozi hanya 27 Orang yang benar-benar layak menerima. “Sebutnya.

Baca Juga :  Pemkab Simalungun Resmi Berangkatkan Jamaah Calhaj Menuju Tanah Suci Tahun 2026

Seperti yang diketahui pada keluarga atas nama Yusnima Laoli sebagai kepala keluarga. Dimana, ada terdapat 4 orang yang menerima dalam satu keluarga, ada nama ayah, nama anak 2 orang dan nama ibu.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah pusat melalui perpanjangan tangan di kabupaten agar kedepan dapat mengedepankan koordinasi di desa masalah data keluarga miskin karena yang tau warga itu layak dan tidak layak adalah kami di desa. “Pungkas Sadarman Sebagai kepala desa. (YL)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar