
LINTAS SUMUT | TANJUNGBALAI –
Polemik pengurangan kuota BPJS gratis oleh pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Sosial tidak kunjung selesai.
Mulai adanya kericuhan di kantor DPRD kota Tanjungbalai beberapa minggu lalu saat anggota Legislatif ini memanggil Dinas terkait untuk rapat dengar pendapat (RDP) terkait pengurangan kuota BPJS gratis, sampai ada nya kerisauan masyarakat yang tiba tiba kartu BPJS gratis nya tidak bisa di gunakan saat berobat.
Menyikapi hal ini, ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kota Tanjungbalai Rieswan Hasibuan mengatakan kepada wartawan saat bertemu di sebuah acara, diri nya sangat menyesal kan sikap pemerintah kota Tanjungbalai melalui dinas sosial yang mengurangi kuota penerima BPJS yang didanai dari APBD tersebut. Dan selaku ketua PDPM merasa terpanggil untuk maju ke barisan terdepan guna membela masyarakat.
“ini masa pandemi Covid19, masyarakat dalam kesulitan di bidang ekonomi.
Pemerintah kota Tanjungbalai jangan menambah kesulitan itu. Apabila pemerintah kota Tanjungbalai masih meneruskan pengurangan ini, maka kami dari Pemuda Muhammadiyah Tanjungbalai akan turun ke jalan untuk bersuara agar pengurangan kuota ini tidak diteruskan” tegas nya.
Kepada wartawan dia juga mengatakan sangat mengapresiasi Dinas Sosial yang memvalidasi data masyarakat yang benar benar layak menerima bantuan BPJS yang di danai oleh APBD kota Tanjungbalai.
“Saya sangat setuju bila dinas sosial lebih memvalid kan data masyarakat yang benar benar layak menerima bantuan BPJS gratis. Tetapi, seharusnya nya pihak dinas sosial Tanjungbalai mengadakan sosialisasi kemasyarakatan dan didampingi pihak ke tiga yang independen. Dan kalau belum di sosialisasikan, pihak terkait jangan mengurangi kuota”kata nya
Senada juga dikatakan oleh Sekjen PDPM kota Tanjungbalai Denis syahputra kepada wartawan, peranan Pemuda Muhammadiyah salah satu nya adalah mampu berada di garis depan berjuang untuk membantu kemaslahatan ummat. Pemuda Muhammadiyah lahir dari tengah tengah masyarakat. Maka sudah selayak nya Pemuda Muhammadiyah mampu menjadi penyampai suara ke pemerintah.
“Pemuda Muhammadiyah kota Tanjungbalai siap maju untuk menyuarakan penderitaan masyarakat, mampu memperjuangkan hak hak rakyat. Di kurangi nya kuota penerima BPJS gratis ini, membuat kami terpanggil untuk turun ke jalan agar pemerintah kota Tanjungbalai tidak mengurangi kuota BPJS gratis sebelum dinas sosial benar memvalid kan data”tegas nya
(R.Siregar)







Komentar