LINTAS SUMUT | SIBOLGA
Letak kota Sibolga yang begitu strategis dan sejak jaman belanda dulu kota ini telah jadikan sebagai keresidenan Tapanuli, hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan dan peran kota Sibolga pada waktu itu dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan daerah baik itu dalam perspektif perdagangan, Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, Kegiatan Keagamaan dan aktifitas turunan lainnya.
Selain kestrategis lokasi kota Sibolga dan daerah sekitarnya memiliki potensi alam dan maritim yang sangat besar untuk dikembangkan dan dioptimalkan eksistensinya baik itu disektor pariwisata kemaritiman, ekspor impor dan perdagangan hasil bumi dan hasil laut, serta sektor jasa lainnya.
Dalam tatanan sebuah kota yang modern saat ini kota Sibolga dapat diakses melalui 3 akses angkutan, baik itu moda angkutan darat, laut dan udara. Infratruktur transportasi ini menjadi bagian yang sangat vital bagi mobilitas orang dan barang termasuk jasa bagi sebuah kota seperti Sibolga.
Presiden RI Ir. H.Jokowi Widodo dalam kurun waktu kepimpinannya telah berkunjung tiga (3) kali ke kota Sibolga dan ketiga kunjungan tersebut memberikan makna dan momen sejarah bagi perkembangan kota Sibolga.
Data mencatat bahwa Presiden melakukan tiga momen penting yang telah dilaksanakan Presiden Republik Indonesia (RI), yakni meresmikan Tugu titik NoL Islam Nusantara di Pantai Barus, Kelurahan Pasar Batu, Tapteng, menghadiri acara Ground Breaking Pengembangan Pelabuhan Kota Sibolga dan meresmikan operasional Terminal Penumpang dan Dermaga Pelabuhan Kota Sibolga.
“Ketiga momen penting dan bersejarah di kota Sibolga, sudah sewajarnya disambut dengan aktivitas dan kegiatan yang juga memberikan makna positif dan bermanfaat bagi rakyat dan bangsa dan Negara Indonesia,” kata President Indonesia Maritim Pilots Association ( INAMPA ) Pasoran Herman Harianja, Selasa (6/9) di Aula Terminal Keberangkatan Pelabuhan Pelindo Sibolga.
Walikota Sibolga dan wakilnya beserta seluruh jajaran pemerintah kota Sibolga ingin memaknai ketiga momentum bersejarah tersebut melalui aksi nyata visi kemaritiman tersebut berbasis religi yaitu dengan program atau rencana kegiatan, Umrah dengan kapal laut dari Pelabuhan Kota Sibolga.
Sebagian orang bertanya, mungkin ini sedikit aneh di jaman sekarang kenapa harus dengan kapal laut ketanah suci?
Pemerintah Indonesia mengakhiri ibadah haji ke tanah suci pada kisaran tahun 70an dan munculnya ide dari Walikota Sibolga, Jamaluddin Pohan sudah beberapa waktu yang lalu namun pada saat kepimpinan beliau di Pemko Sibolga saat ini perlu mewujudkannya melalui kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder dari unsur pemerintah pusat, Propinsi, Kabupaten Kota serta badan dan Institusi organisasi profesi baik di dalam maupun diluar Negeri.
Pihaknya mengapresiasi Walikota Sibolga melakukan beberapa kali pertemuan untuk mewujudkan mimpi tersebut , baik itu pertemuan internal dengan oprator/Agency haji/ umroh yang ada dan Carrie angkutan kapal laut termasuk internal meeting dan eksternal meeting di kota Sibolga beberapa waktu lalu.
“Ketepatan hari Kamis tanggal 8 September 2022 sebagai bagian dari proses management bottom-up progres akan diselenggarakan Seminar Nasional Kemaritiman untuk Mewujudkan Visi Maritim berbasis religi dengan topik (Umrah Dengan Kapal Laut Dari Pelabuhan Kota Sibolga). Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan secara HYBRID yaitu Online dan Offline yang nantinya mengambil tempat di Executive Lounge di Terminal Penumpang Pelabuhan kota Sibolga,” sambungnya.
Sementara Walikota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengatakan, dalam acara media gathering dan press rilis bahwa peran awak media cetak dan eletronik sangatlah penting untuk memberikan informasi kepada publik baik di kota Sibolga maupun diluar kota bahkan keluar negeri.
“Kegiatan ini sangat penting untuk kemajuan kota Sibolga yang selama ini dikenal dengan pusat perdagangan dan lintas manusia, barang dan jasa. Kita ingin memaknai momentum nasional yang telah dilaksanakan Presiden RI bapak Jokowi di Sibolga dan juga mengulangi masa kejayaan kota Sibolga dimasa lalu dengan event berskala Nasional berbasis religi yaitu Umrah dengan kapal laut dari pelabuhan kota Sibolga,” terang Jamaluddin.
Walikota menambahkan bahwa kegiatan seminar pada hari kamis 8 September 2022 akan datang terlaksana dengan baik berkat dukungan dan kerjasama yang erat dijajaran pemko Sibolga dan juga tidak kalah pentingnya jajaran pusat dan daerah yang ada selain dari organisasi profesi lainnya seperti INAMPA.
“Seminar nasional kemaritiman ini akan membawa manfaat besar bagi kegiatan pelaksanaan Umrah dengan Kapal Laut dari pelabuhan kota Sibolga, Baik dari sisi perdagangan, pariwisata, perhotelan, kuliner, angkutan, bisnis UMKM dan aktivitas lainnya yang akan menumbuhkan gairah ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain-lain,” ujar Walikota Sibolga, sembari menyebutkan atas acara ini meminta dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat kota Sibolga untuk suksesnya acara ini dengan baik.(ded)







Komentar