oleh

Pemkab Tapteng Sukses Wujudkan UHC 100 Persen, Raih Penghargaan Pemerintah Pusat

LINTASSUMUT.COM, JAKARTA | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) kembali menorehkan prestasi di bidang pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Tapteng resmi mencapai 100 persen, dengan tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan sebesar 87,01 persen.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan, S.Kep, Ns, MKes, AKK, saat menghadiri UHC Award 2026 di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Masinton Pasaribu menerima UHC Award 2026 yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Muhaimin Iskandar, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat atas keberhasilan Pemkab Tapteng menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Bupati Masinton menjelaskan, capaian UHC 100 persen menunjukkan seluruh warga Tapanuli Tengah, khususnya Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan memiliki kepastian pembiayaan layanan kesehatan.

Baca Juga :  Polres Simalungun Gembleng Personel Melalui Pelatihan Dalmas

“UHC kita sudah 100 persen. Artinya, masyarakat Tapteng tidak perlu lagi takut berobat karena persoalan biaya. Pemerintah hadir menjamin pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Tapteng berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hingga ke pelosok daerah, mengingat kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara.

Masinton juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan dan seluruh tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan maksimal, termasuk dalam kondisi pascabencana.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan. Di tengah keterbatasan, pelayanan tetap berjalan dan capaian UHC 100 persen ini bisa kita raih bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan menjelaskan, dari total 57.558 peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung Pemkab Tapteng, tingkat keaktifan mencapai 87,01 persen, sedangkan sekitar 13 persen atau 7.412 jiwa tercatat nonaktif.
Namun, status kepesertaan tersebut dapat langsung diaktifkan saat warga membutuhkan layanan kesehatan.

Baca Juga :  Kehadiran Anggito DPRD 27 Orang Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke 193 Mendapat Kritikan Keras Dari Ketua PMS H• Burhan Saragih

“Cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga ke fasilitas kesehatan, BPJS bisa langsung aktif dan pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.

Lisnawati juga memaparkan, dari total 370.528 jiwa penduduk Tapanuli Tengah hingga Januari 2026, sebanyak 57.558 jiwa dibiayai Pemkab Tapteng melalui skema BPJS Kesehatan. Ke depan, Pemkab menargetkan tingkat keaktifan peserta meningkat hingga minimal 95 persen pada 2026 guna meraih predikat UHC Utama.

Sebagai informasi, UHC Award 2026 merupakan ajang apresiasi Pemerintah Pusat kepada daerah yang berhasil mewujudkan jaminan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat Tapanuli Tengah. (ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar