Lintas Sumut | Simalungun
Tokoh masyarakat dan tokoh agama dan perangkat Nagori (Desa)di kabupaten Simalungun banyak yang kecewa melihat pelaksanaan pembangunan di Tano Habonaron pasalnya pelaksanaan pembangunan kebanyakan tidak sesuai dengan Aspirasi rakyat yang artinya pelaksanaan cendrung diluar dari Musawarah rencana Pembangunan(Musrembang) di Nagori.Beberapa tokoh masyarakat dan aparat Nagori selasa 8/9 di Simalungun bawah mengatakan saat Musrembang Nagori para tokoh diundang untuk acara namun hasilnya mengecewakan karna untuk tahun 2026 satupun tidak ada terealisasi.
Salah seorang aparat Nagori mengaku marga Sidabutar mengamini seperti di Nagorinya sendiri setiap tahun pelaksanaan Musrembang yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat mengusulkan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani sudah bertahun tidak kunjung terealisasi.Akibatnya tokoh masyarakat menuding Pemerintah kabupaten Simalung melaksanakan program pembangunan tidak sesuai dengan Aspirasi rakyat.Melihat kondisi seperti ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun yang katanya mensejahterakan masyarakat hanya Omon oman
Soal adanya pemangkasan anggaran kami masyarakat tidak mengetahui tapi masyarakat menyaksikan ada pelaksanaan pembangunan yang pantastis seperti pembangunan lampu jalan tenaga matahari terdiri di 100 titik nilainya Rp 5M dikelola dinas Perhubungan dan Pembangunan Taman Makam yang dikelola dinas PUTR senilai Rp 2M yang saat ini sedang diketjakan.
Adil Saragih yang dikenal aktivis ketika dimintai tanggapannya secara tertulis menyampaikan selaku warga Simalungun bangga memiliki pahlawan Nasional, sejarah dan jasa pahlawan wajib dihormati.Namun jangan kebanggaan simbol sejarah justru mengorbankan pembangunan kebutuhan masyarakat.Aktivis juga menduga pelaksanaan pembangunan di Simalungun cendrung tidak mengacu hasil musrembang sebab biasanya musrembang Nagori mulai bulan April sementara penetapan Pahlawan Nasional itu bulan November.
Disebutkannya penghormatan terhadap pahlawan Nasional seharusnya berjalan seiring dengan pembangunan yang menyentuh kebutuhan rakyat,jangan sampai pembangunan yang bersifat Simbolik atau monumental mendapat ruang anggaran yang besar sementara masyarakat masih menghadapi jalan rusak,keterbatasan fasilitas pendidikan,persoalan pertanian,pelayanan kesehatan dan berbagai kebutuhan lainnya.










Komentar