LINTASSUMUT.COM,TAPTENG | Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo menekankan percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir saat meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026).
Dalam kunjungan bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, Menteri PU menyoroti kondisi sungai yang masih berisiko tinggi memicu banjir, khususnya di wilayah Aek Sigala-gala.
“Normalisasi sungai sudah mulai dilakukan dan tanggul telah dibangun, meski baru sekitar 1 km dari total 9 km. Ini masih bersifat darurat, namun sudah cukup kuat,” ujar Dody Hanggodo.
Ia mengingatkan bahwa potensi bencana masih besar jika terjadi hujan deras dalam durasi panjang.
“Kalau hujan 4-5 jam, saya tidak yakin kondisi saat ini mampu menahan debit air. Karena itu pembangunan DAM harus segera dipercepat, khususnya di Aek Sigala-gala,” tegasnya.
Selain itu, kondisi hulu sungai yang mengalami kerusakan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Potensi material seperti pasir, kayu, hingga batu dari hulu dapat memperparah dampak banjir.
Menteri PU menginstruksikan agar rehabilitasi kawasan hulu segera dilakukan, dengan target pengerjaan fisik dimulai paling lambat pekan depan.
Ia juga menyebutkan standar teknis normalisasi sungai harus mencapai kedalaman 2-3 meter dan lebar sekitar 50 meter agar mampu menampung debit air secara optimal.
“Target kami, pekerjaan di Kecamatan Tukka selesai pada akhir 2026, sehingga masyarakat tidak lagi terdampak banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menekankan pentingnya pembangunan sabo dam di wilayah yang dekat dengan permukiman warga.
“Kami berharap pembangunan diprioritaskan pada titik-titik rawan yang berdekatan dengan pemukiman, agar masyarakat tidak lagi merasa was-was saat hujan turun,” ujarnya.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan penanganan hulu sungai, diharapkan risiko banjir di Tapanuli Tengah dapat ditekan secara signifikan.(ded)













Komentar