oleh

Masinton Pasaribu Tegas: Ibadah Umat Jangan Diganggu, Intimidasi Harus Dilawan

-BERITA-1,476 views

LINTASSUMUT.COM, TAPTENG |
Suasana mendadak tegang di Gedung Olahraga Barus ketika Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melontarkan pernyataan keras terkait dugaan intimidasi terhadap panitia Maulid Nabi Muhammad SAW oleh seorang oknum anggota DPRD.

Dengan nada berang, Masinton menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh arogansi segelintir orang.

“Masalah keamanan itu tanggung jawab negara. Pemerintah bersama TNI-Polri menjamin pelaksanaan kegiatan ibadah. Tidak boleh ada pihak manapun yang menghalangi umat melaksanakannya,” ucap Masinton lantang, disambut tepuk tangan meriah hadirin, Sabtu (20/9/2025).

Bupati bahkan langsung memerintahkan Camat Barus, Sanggam Panggabean, agar pelaksanaan Maulid tetap berjalan tanpa gangguan. Menurutnya, intimidasi atas nama jabatan adalah bentuk kesewenang-wenangan yang sudah lewat zamannya.

“Kalau ada PNS ditakut-takuti dengan ancaman mutasi, jangan gentar. Saya sendiri tidak semudah itu memutasi. Apalagi orang yang tak punya kewenangan, jangan coba-coba menakut-nakuti rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Kapal Ikan Pukat Teri Terbakar Di Laut Belawan, Tiga Nelayan Meninggal Dunia

Masinton mengingatkan Tapanuli Tengah adalah milik semua, bukan kepentingan segelintir kelompok. Ia menekankan kembali semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kalau umat Islam merayakan Maulid atau Idul Fitri, umat lain harus menghormati. Begitu juga sebaliknya, saat umat Kristen merayakan Natal dan Paskah, umat Islam ikut menjaga. Itu bukan slogan, itu kewajiban,” katanya.

Nada dukungan datang dari tokoh masyarakat Barus, Mohammad Sodikin Lubis, pengurus Nahdlatul Ulama (NU). Di hadapan camat dan tokoh masyarakat, Sodikin menegaskan warga NU siap berdiri di garis depan mengawal pemerintahan selama berpihak kepada rakyat.

“Selama kita berada di jalan kebenaran, jangan pernah takut melakukan kebaikan. NU bersama rakyat siap mendukung yang baik dan menolak yang buruk,” ujarnya, sambil mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk bangkit dari persoalan ekonomi dan pendidikan.

Baca Juga :  KNPI Sorot Dugaan Backing PKS, Minta Kadis LH Simalungun Dicopot dan Pemilik CV. Rapi Tehnik Harus Ditangkap

Sodikin bahkan menyinggung pengalamannya saat pernah diminta berhenti menjadi imam tarawih di tengah jalan oleh oknum tertentu.

“Itu bentuk kecil intoleransi. Tapi kita tidak boleh mundur. Justru harus semakin teguh,” katanya.

Pernyataan tegas tokoh NU ini kian menguatkan pesan Bupati. Keduanya seakan kompak: negara hadir, rakyat bersatu, intimidasi harus dihentikan.

“Tidak boleh ada benih intoleransi tumbuh di Tapanuli Tengah. Perbedaan adalah kekuatan kita,” pungkas Masinton.(ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar