oleh

Kolaborasi Kemanusiaan, Masinton Saksikan Penandatanganan SPK 118 Huntap untuk Warga Terdampak di Tapteng

LINTASSUMUT.COM,TAPTENG | Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu dan Mahmud Efendi Lubis, menyaksikan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cenderawasih, Kantor Bupati Tapteng, Pandan, Senin (5/1/2026).

Penandatanganan SPK dilakukan antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan kontraktor PT Langkah Indo Nusantara, untuk pembangunan 118 unit hunian tetap yang berlokasi di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Mujianto, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kepercayaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Untuk pembangunan Huntap di Tapanuli Tengah, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga mendapat dukungan dan support dari berbagai tokoh masyarakat, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Mujianto berharap pembangunan hunian tetap tersebut mendapat doa dan dukungan penuh dari masyarakat agar dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Hari Jadi ke-193 Simalungun: Refleksi Sejarah dan Penguatan Komitmen Pembangunan

“Pembangunan ini dapat terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat serta para donatur yang peduli terhadap warga terdampak bencana alam,” ujar Mujianto.

Atas nama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Mujianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan seluruh masyarakat atas kepercayaan yang diberikan kepada yayasan sebagai pelaksana pembangunan hunian tetap tersebut.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan proyek kemanusiaan yang tidak mengandung unsur komersialisasi.

Menurut Masinton, program tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang tertimpa bencana, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Pemkab Tapteng, lanjut Masinton, juga telah menyiapkan sejumlah lahan untuk pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana. Salah satunya berada di Kecamatan Pinangsori, tepatnya di kawasan Asrama Haji, yang sebelumnya merupakan lahan milik Pemkab Tapteng dan telah dihibahkan kepada Kementerian Agama.

Baca Juga :  Diduga Pungli Biaya Nikah di KUA Bosar Maligas ,AMB Desak Kakanwil Kemenag Sumut Copot Penjabat Kemenag Simalungun

“Kemudian kita mintakan kembali untuk dihibahkan kepada masyarakat terdampak bencana dalam bentuk hunian tetap,” jelas Masinton.

Hingga saat ini, Pemkab Tapteng telah menyediakan lahan seluas 2,8 hektare untuk pembangunan Huntap dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna menyiapkan lahan tambahan, agar seluruh warga terdampak bencana dapat memiliki hunian pascabencana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak, baik secara teknis maupun nonteknis, khususnya dalam menyiapkan lahan yang clear and clean, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pungkasnya. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar