LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, SIK, M.Si, menegaskan pihaknya serius menangani kasus perkelahian yang melibatkan siswa SMA N 1 Plus Matauli Pandan. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/8/2025) sore itu menyebabkan seorang siswa mengalami luka dan kini masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Medan.
Kapolres mengklarifikasi anggapan yang menyebut penanganan polisi lambat. Menurutnya, sehari setelah kejadian, ia langsung turun ke sekolah untuk meminta keterangan dari para saksi.
“Seolah-olah penanganan kami lambat. Padahal kejadian Selasa sore sekitar pukul 15.30 WIB, lalu keesokan harinya, Rabu pukul 10.00 WIB, saya sendiri turun ke SMA Matauli untuk memintai keterangan intensif. Sebagai bentuk tanggung jawab, ada 14 siswa yang kita bawa ke Polres Tapteng untuk diperiksa dengan didampingi pihak sekolah,” jelas AKBP Wahyu Endrajaya, Kamis (14/8/2025).
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan orang tua siswa. Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku berjumlah dua orang. Sementara korban masih dalam perawatan sehingga belum dapat dimintai keterangan.
“Terkait penyebab pasti kejadian belum bisa kami sampaikan secara rinci, karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur dan diatur dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun, tanpa keterangan korban sekalipun, kami sudah melakukan langkah-langkah penyidikan,” ujarnya.
Kapolres juga menyebut, hasil visum et repertum (VER) dari pihak rumah sakit masih ditunggu. “Mungkin hari ini tim akan menyusul ke RSU Meta Medica untuk mengambil hasil visum. Perkara ini masih dalam tahap penyidikan dan menunggu keterangan kedua belah pihak,” tambahnya.
Ia menjelaskan, perkelahian itu bermula dari cekcok mulut di lingkungan sekolah yang kemudian berlanjut di luar sekolah.
Sementara itu, pihak SMA N 1 Plus Matauli Pandan saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian. “Masih diproses di Polres Tapteng,” demikian keterangan singkat pihak sekolah melalui pesan WhatsApp.(Ded)







Komentar