Lintas Sumut| MEDAN
Infrastruktur jalan di kawasan Medan Utara terlihat rusak parah. Bahkan, kerusakan jalan raya tersebut sudah sejak lama dan sepertinya tidak mendapat perhatian dari Pemko Medan.
Banyaknya infrastruktur di Medan Utara yang rusak parah seolah-olah menimbulkan kesan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan Medan Utara seperti dianaktirikan begitu juga dengan keluhan warga diabaikan.
Pantauan wartawan, Senin (13/7), kerusakan badan jalan terlihat di Jalan Ileng Kelurahan Rengas Pulau, Jalan M Basir Rengas Pulau.
Kemudian, Jalan Bakti ABRI Kelurahan Martubung Medan Labuhan, Jalan Datuk Rubiah Kelurahan Rengas Pulau, Jalan Young Panah Hijau tepatnya, sebelum kantor Lurah Labuhandeli Kecamatan Medan Marelan.
Selanjutnya di Jalan Penghulu Lama tembus jalan Komplek Bestari Jalan Pasar Nippon Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan.
Di Jalan Pasar Nippon simpang Danau Siombak, juga terlihat rusak akibat setiap hari dilintasi truk-truk bertonase tinggi yang setiap hari keluar masuk dari gudang-gudang yang banyak berada di kawasan tersebut.
Tak hanya jalan rusak, sarana transportasi lainnya seperti Jembatan Titi Dua Jalan Pulau Sicanang Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan juga belum ada tanda-tanda akan diperbaiki sesuai janji Pemko Medan.
Seorang warga Jalan Pasar Nippon Kelurahan Paya Pasir bernama Suratman (60), menyebutkan, kerusakan ruas jalan di kawasan tersebut disebabkan banyaknya truk bertonase tinggi melintasi ruas jalan raya.
Apalagi kelas jalan tidak sanggup dilalui truk bertonase tinggi sehingga mempercepat terjadinya kerusakan jalan. “Ironisnya, Pemko Medan seperti tidak memperdulikan terjadinya kerusakan jalan tersebut sehingga banyak ditemui jalan rusak di Kecamatan Medan Marelan ini,” keluh Suratman.
Suratman menambahkan, di Jalan Penghulu Lama dekat Masjid Taqwa sudah lama rusak dan hanya ditimbun dengan pasir dan batu (sirtu).
Sehingga dikhawatirkan akan rusak kembali, sehingga warga masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut membutuhkan pengaspalan jalan raya dan bukan penimbunan dengan sirtu.
Keluhan yang sama juga dilontarkan Syamsul Lubis (48),warga Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan.
Syamsul menyebutkan, selain banyak dilintasi truk-truk kontainer, kerusakan jalan di Kelurahan Martubung disebabkan banjir yang acap melanda Kelurahan Martubung, Kelurahan Besar dan Kelurahan Tangkahan. “Genangan air hujan yang selalu melanda pemukiman warga di Kecamatan Medan Labuhan mempercepat kerusakan jalan aspal. Apalagi pengaspalan badan jalan raya yang dilakukan beberapa tahun silam terkesan asal jadi saja tanpa memperhatikan dampaknya di kemudian hari,” sebut Syamsul.
Syamsul mengharapkan agar Pemko Medan menaruh perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan Medan Utara.
Sementara itu, Wilmar Napitupulu, (40) warga Sicanang juga mendesak Pemko Medan segerea merealisasikan janjinya untuk segera membangun Jembatan Titi Dua Sicanang. “Pemko Medan secepatnya membangun kembali Jembatan Titi Dua Sicanang,” harap Wilmar Napitupulu.







Komentar