oleh

Hujan Deras Picu Banjir di Tiga Kecamatan Tapteng, 15 KK Dievakuasi

Lintassumut.com, TAPTENG | Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (13/9/2026) sejak pukul 15.30 WIB, memicu kenaikan debit sungai dan genangan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Tukka, Badiri, dan Sarudik.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH, memerintahkan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tapteng Agus Harianto, S.STP, untuk segera melakukan evakuasi warga ke lokasi yang aman.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa warga. Tim langsung diterjunkan ke titik-titik genangan tinggi,” ujar Agus Harianto di Pandan.

Agus mengatakan, Tim Pusdalops bersama personel BPBD di lapangan, dibantu Satpol PP Tapteng, Dishub Tapteng, Pos SAR Sibolga, serta unsur TNI-Polri, bergerak cepat melakukan evakuasi warga dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah kawasan terdampak.

Di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, ketinggian air mulai mencapai lutut orang dewasa sekitar pukul 15.43 WIB. Selanjutnya, pada pukul 15.58 WIB, air naik hingga sekitar satu meter di kawasan dekat Gereja HKBP Sipange sehingga proses evakuasi mulai dilakukan.

Baca Juga :  BNCT Dukung Perlindungan Anak melalui Sinergi Bersama Kejari Belawan dan Pemko Medan

Kondisi semakin meningkat pada pukul 16.17 WIB ketika ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Namun, setelah hujan mereda menjadi gerimis sekitar pukul 17.17 WIB, air mulai berangsur surut.

Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) atau 37 jiwa, terdiri dari tujuh anak-anak dan 30 orang dewasa, berhasil dievakuasi Tim BPBD ke Gereja HKBP Sipange.

Sementara di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, debit Sungai Lopian mengalami kenaikan sekitar 60 sentimeter pada pukul 15.45–15.50 WIB hingga meluap ke badan jalan.

Genangan setinggi lutut kemudian menyebabkan arus lalu lintas macet total pada pukul 16.02–16.30 WIB. Kawasan simpang Gereja GPDI bahkan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di Kecamatan Sarudik, hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 15.41 WIB. Debit Sungai Sarudik kemudian meningkat hingga sekitar dua meter pada pukul 17.05 WIB.

Pada pukul 17.20 WIB, air mulai masuk ke rumah warga di Lingkungan 8. Warga melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Dwi Eko Diduga Tidak Guru Non Bidang Study di SMA Tamsis Dapat Sertifikasi Ada Data Siluman

Genangan juga terjadi di sejumlah akses jalan utama. Ruas Tambah Udang–Muara Nibung–Pandan tergenang sekitar 30 sentimeter pada pukul 16.58 WIB sehingga arus lalu lintas tersendat.

Sedangkan Jalan Baru, Jalan Jenderal Feisal Tanjung arah Kantor BPBD Tapteng, tergenang hingga mencapai lutut orang dewasa sekitar pukul 16.52 WIB.

Untuk penanganan di lapangan, BPBD mengerahkan Regu I, II, III, dan IV yang didampingi Kepala Bidang Darlog. Personel juga melakukan rekayasa dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang mengalami kemacetan.

Hingga laporan situasi dirilis pada pukul 18.00 WIB, kondisi di Kelurahan Sipange, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, serta wilayah Sarudik dilaporkan berangsur surut.

Meski demikian, Tim BPBD Tapteng tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan kondusif bagi masyarakat.(Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar