oleh

Galian Pipa Perumda Mual Nauli di Pandan Jadi “Jebakan Maut”, Empat Pengendara Celaka dalam Hitungan Jam

LINTASSUMUT.COM, Tapteng | Pengerjaan galian pipa milik Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Sibulan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Proyek yang seharusnya meningkatkan pelayanan air bersih itu justru diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dalam kurun waktu hanya beberapa jam pada Selasa (3/3/2026), sedikitnya empat pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Area galian dibiarkan tanpa pengamanan memadai, minim rambu peringatan, serta tidak dilengkapi penerangan yang layak. Situasi semakin berbahaya karena lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi dilaporkan padam, membuat tumpukan material galian nyaris tak terlihat oleh pengendara yang melintas.

Baca Juga :  DPRD Pematangsiantar Sebut Tunggakan Parkir Rp 1,6 Miliar Berpotensi Dilaporkan ke APH

Rahmad Julfikar, salah satu korban, menceritakan detik-detik saat sepeda motornya menghantam gundukan tanah yang berada sekitar 100 meter dari Simpang DPR Pandan.

“Tidak kelihatan sama sekali. Tiba-tiba motor menghantam gundukan, saya sampai terpental sekitar satu meter sebelum jatuh ke aspal,” ujarnya. Akibat insiden itu, ia mengalami luka serius pada bagian tangan dan kaki.

Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat, Anton. Ia mengungkapkan bahwa kecelakaan telah terjadi sejak sekitar pukul 20.00 WIB, bahkan sebelum insiden yang dialami Rahmad.

“Sudah ada korban sebelumnya, seorang pengendara perempuan sampai harus dibawa ke fasilitas medis karena luka parah. Tapi kondisi di lokasi tetap tidak dibenahi,” katanya dengan nada kesal.

Menurut Anton, minimnya rambu peringatan dan tidak adanya pengamanan yang jelas menunjukkan lemahnya perhatian terhadap keselamatan publik.

Baca Juga :  Polres Simalungun Gelar Sertijab Tiga Jabatan Strategis

“Seharusnya ada pemberitahuan dari jauh sebelum titik galian, bukan dibiarkan seperti jebakan. Ini sangat membahayakan,” tegasnya.

Warga pun menilai Perumda Mual Nauli terkesan lebih mengutamakan percepatan proyek dibanding keselamatan masyarakat. Mereka mempertanyakan tanggung jawab pihak terkait atas jatuhnya korban.

Secara hukum, kelalaian dalam penerapan K3 yang menyebabkan kerugian fisik maupun materiil dapat berujung pada sanksi. Karena itu, pihak terkait didesak segera mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih berpotensi menimbulkan kecelakaan lanjutan dan belum terlihat penanganan maksimal dari pihak pelaksana proyek. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar