LINTAS SUMUT. COM, Sibolga | Sudah empat tahun kerja sama antara Pemerintah Kota Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) belum juga membuahkan hasil.
Memorandum of Understanding (MoU) yang difasilitasi Bank Indonesia Sibolga untuk menekan inflasi melalui komoditas cabai dinilai gagal terealisasi.
Pimpinan DPRD Sibolga, Dr (HC) Jamil Zeb Tumori,SH.,MAP.,M.I.KOM, menyoroti mandeknya implementasi kerja sama tersebut. Ia menilai perlu langkah konkret untuk merealisasikan perdagangan antar dua daerah, khususnya dalam sektor kelautan dan perikanan.
“Kerja sama ini harus segera diwujudkan dan bahkan diperluas. Kami mendorong hadirnya pasar ikan basah dan ikan kering di Tarutung. Ini bisa dibantu melalui dana CSR BI, dan nelayan Sibolga bisa menyuplai kebutuhan ikan harian bagi masyarakat Taput,” ujar Jamil kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (29/04/2025)
Selain itu, Jamil mendesak Pemerintah kota (Pemko) Sibolga agar lebih serius membuka sumber-sumber usaha baru, terutama bekerja sama dengan BUMD Sibolga Nauli, guna mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakatmasyarakat Sibolga. (Ded)













Komentar