LINTASSUMUT.COM,TAPTENG | Bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, memakan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 109, Luka 555, dalam pencarian 61, berdasarkan data yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Selasa, (09/12/25).
Pasca bencana alam banjir dan longsor yang terjadi, berdampak pada ekonomi masyarakat yang sulit hingga terjadinya kelangkaan sembako, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tapanuli Tengah menyalurkan 10 Ton Sembako kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.
Tokoh Pemuda Lodewick Fraus Seran Marpaung Ketua DPD KNPI Tapteng menyampaikan bahwa semua sembako yang terkumpul bersumber dari relawan, relasi, teman-teman yang berempati, dan dana gotong royong hingga pribadi.
“Saya melihat situasi kita saat ini harus bersama-sama bangkit dan pulih, saya ucapkan terimakasih kepada relawan, relasi, teman-teman yang berempati, yang sudah mempercayakan kami KNPI sebagai perpanjang tangan bentuk cinta dan kasih sayang kalian kepada masyarakat Tapanuli Tengah” Ujarnya.
Ketua KNPI Tapteng itu juga menerangkan bahwa mereka sudah menyalurkan 10 Ton sembako kepada masyarakat yang terdampak.
“Saya dan relawan kawan-kawan pengurus DPD KNPI Tapteng sudah menyalurkan 10 Ton Sembako, kami juga mengantarkannya dari rumah kerumah, mulai dari Kecamatan Tukka, Kolang, pandan, lumut, hingga sipange.”
Lodewick juga sudah meminta Sekretaris DPD KNPI Tapanuli Tengah Raju Firmanda Hutagalung untuk mendata masyarakat sekitar tepi sungai sibuluan yang terdampak banjir, semampu dan sebisa KNPI akan menggerakkan relawan dan pengurus KNPI Tapanuli Tengah. (Ded)













Komentar