LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau lumbung penyaluran air PDAM Mual Nauli di Desa Sipan, Kecamatan Pandan, untuk memastikan penanganan gangguan distribusi air bersih pascabanjir.
Masinton menjelaskan, gangguan suplai air ke wilayah Pandan dan Sarudik disebabkan masuknya sedimen lumpur ke pipa akibat sistem penyaringan yang rusak pascabanjir. Ukuran saringan pipa yang tidak optimal membuat lumpur dan kotoran ikut terbawa ke jaringan distribusi.
Akibatnya, terjadi penumpukan sedimen dalam pipa yang mengganggu kualitas dan kelancaran aliran air ke rumah warga. Saat ini, PDAM Mual Nauli tengah melakukan perbaikan teknis dengan estimasi rampung dalam dua hingga tiga hari.
“Sesuai penjelasan PDAM, perbaikan ditargetkan selesai dalam dua sampai tiga hari. Kita harapkan distribusi air kembali normal, bahkan bisa lebih cepat,” ujar Masinton.
Sambil menunggu perbaikan, Pemkab Tapanuli Tengah menyiapkan pasokan air bersih darurat dengan mengerahkan lima unit mobil tangki ke wilayah terdampak mulai besok.
Masinton juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan air bersih. Ia menegaskan, kejadian ini menjadi evaluasi untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap saluran air baku, termasuk SPAM dan reservoir.
“Ke depan, kita akan benahi seluruh sistem agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan air bersih semakin optimal,” pungkasnya. (Ded)







Komentar