LINTASSUMUT.COM,TAPTENG | Maraknya pukat harimau atau twarl di pantai Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, membuat para nelayan tradisional menjerit akibat alat tangkap trawl yang tidak ramah lingkungan.
Seyogianya Pukat Trwal ini bebas beroperasi di zona tangkap ikan tepatnya kawasan pantai barat yg dimana para nelayan tradisional juga jauh kalah saing dengan alat tangkap trwal yang mereka gunakan.
Akibat alat tangkap yang diharamkan nelayan tradisional itu, para nelayan juga sulit untuk mendapatkan ikan dilaut. Kenapa?
Akibat trawl terumbu karang atau rumah ikan hancur. Bahkan ikan sulit untuk berkembang biak akibat kapal trwal terlalu bebas melakukan aktivitas nya.
Kendati, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu bersama Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Robiyanto, melakukan Survey rencana Lokasi Pembangunan Pos Pantau di Pulau Mursala, Kecamatan Tapian Nauli, Minggu (09/03/2025).
Bupati Tapanuli Tengah Masinton menyampaikan, kegiatan ini merupakan Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Lanal Sibolga.
“Makanya pada hari ini bersama Danlanal Sibolga kita melakukan survey atau meninjau rencana Lokasi nantinya akan dibangun Pos Pantau di Pulau Mursala, nanti dipergunakan sebagai tempat memantau kegiatan Perikanan di Wilayah perairan tangkap Nelayan Tradisional, serta untuk memantau kegiatan Ilegal Fishing yang bisa berakibat kepada hasil tangkap nelayan Tradisional,”
Sementara itu Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Robiyanto mengatakan, dirinya siap mendukung Program Bupati Tapanuli Tengah, dalam mewujudkan Visi Laut Berseri. “Karena di laut ada harapan dan sumber rezeki para Masyarakat nelayan tradisional Tapanuli Tengah,” timpalnya. (Ded)











Komentar