oleh

Bupati Tapanuli Tengah Serap Keluhan Nelayan Tradisional Terkait Maraknya Ilegal Fishing

-BERITA-1,291 views

LINTASSUMUT.COM, TAPTENG |Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, menyerap langsung keluhan nelayan tradisional terkait maraknya praktik illegal fishing di perairan wilayah Tapanuli Tengah.

Pertemuan tersebut digelar dalam kegiatan silaturahmi yang diinisiasi oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tapanuli Tengah di Rumah Makan Sangap, Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Sabtu (14/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Masinton menegaskan komitmen pemerintahannya untuk berpihak pada kepentingan rakyat kecil, termasuk nelayan tradisional yang selama ini menjadi korban praktik penangkapan ikan destruktif seperti pukat trawl, bom ikan, dan penggunaan air mas.

“Kami hadir di sini untuk mendengar langsung aspirasi para nelayan. Banyak laporan tentang kerusakan ekosistem laut akibat praktik-praktik ilegal. Kami ingin keadilan sosial benar-benar diwujudkan, khususnya bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya dari laut,” ujar Masinton.

Baca Juga :  160 Calon Pegawai BLUD Ikuti Pembekalan, Dinkes Tapteng Wujudkan Visi Pelayanan Kesehatan Berkualitas

Ia menegaskan, visi “Tapanuli Tengah Naik Kelas” bukan hanya slogan, tetapi semangat nyata untuk membangun daerah secara adil, lestari, dan berkeadaban.

“Kami tidak ingin laut dan sumber daya alam Tapanuli Tengah ini dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami ingin nelayan hidup sejahtera,” tegasnya.

Masinton juga menjelaskan bahwa meski kewenangan pengawasan laut berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi lintas sektor dan mengundang semua stakeholder untuk mencari solusi konkret.

“Kami tak ingin konflik lama yang pernah terjadi karena ketidakpuasan masyarakat terulang kembali,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemajuan Institusi Kejaksaan dalam Konteks Pembangunan Supremasi Hukum dan Geostrategis Indonesia

Sementara itu, Wakil Bupati Mahmud Efendi mengajak seluruh nelayan kecil untuk bersatu melawan praktik illegal fishing.

“Jangan takut bersuara. Sekarang bukan zamannya masyarakat ditindas atau diintimidasi. Pemerintah hadir untuk melayani rakyat,” tegas Mahmud.

Dalam pertemuan itu, seorang nelayan dari Lubuk Tukko, Addin Pardede, menyampaikan keluhan bahwa hasil tangkapan mereka semakin menurun akibat kerusakan ekosistem laut.

“Laut itu sawah kami, Pak Bupati. Tapi sekarang banyak yang merusaknya. Rabo tempat tinggal ikan kami pun hancur oleh pukat harimau dan bom ikan. Kami mohon pemerintah membantu menyelesaikan masalah ini,” kata Addin.(ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar