LINTASSUMUT.COM, TAPTENG |
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai huntara, di antaranya Asrama Haji dengan kapasitas sekitar 50 unit, Rumah Susun Pandan yang saat ini telah dihuni sekitar 70 kepala keluarga (KK), serta Muara Sibuntuon dan beberapa titik lainnya dengan total puluhan unit hunian.
“Pembangunan huntara juga tengah dipersiapkan di wilayah Aloban, Kecamatan Tapian Nauli, serta kawasan Simpang Sipanihutan Hutanabolon dan Kebun Pisang,” ujar Masinton saat meninjau lokasi huntara di SMA Tukka, Selasa (13/1/2026).
Masinton menegaskan, pembangunan huntara dilakukan melalui proses musyawarah bersama masyarakat terdampak. Langkah ini untuk memastikan warga bersedia menempati hunian tersebut serta merasa aman dan nyaman.
“Kita tidak membangun secara asal. Hunian sementara harus disepakati masyarakat karena akan mereka tempati. Prinsipnya, warga dari tenda darurat kita geser ke hunian yang lebih aman dan layak,” tegasnya.
Terkait jarak huntara dengan desa asal warga, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga menyiapkan skema transportasi antar-jemput secara rutin agar aktivitas warga tetap berjalan selama masa tinggal di huntara.
Masinton menargetkan, menjelang bulan Ramadan, sejumlah huntara yang sedang dibangun dapat segera rampung dan langsung dihuni. Ia berharap seluruh warga yang masih berada di tenda darurat dapat segera dipindahkan ke hunian sementara yang lebih manusiawi.(ded)







Komentar