oleh

Bahayanya Obesitas Pada Remaja, Ini Penjelasannya!

LINTAS SUMUT | SIBOLGA

Obesitas atau kegemukan merupakan salah 1 masalah yang sering terjadi dalam kehidupan remaja saat ini. Obesitas adalah kondisi dimana terjadi penumpukan atau kelebihan lemak yang dapat mengganggu kesehatan.

dr. Grace T. Marthalina Sitanggang mengatakan, Seorang dikatakan overweight bila berat badannya 10% sampai dengan 20% berat badan normal, sedangkan obesitas apabila kelebihan berat badan mencapai lebih 20% dari berat normal.

“Terdapat bermacam cara untuk melakukan klasifikasi terhadap obesitsa, tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah menggunakan indeks massa tubuh (IMT).,” Jelas dr. Grace T. Marthalina Sitanggang kepada media. Kamis (07/03/2024)

“Metode ini dilakukan dengan mengukur perbandingan antara berat badan (kilogram) dan tinggi badan (meter) kuadrat.”
Tambahnya.

Masih dijelaskannya, bahwa Penyebab obesitas yang paling utama adalah pola makan yang buruk. Obesitas terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori dalam jangka panjang tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik. Selain itu, ada faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan obesitas, yaitu :

– Pola makan tinggi karbohidrat dan lemak, misalnya sering mengonsumsi makanan cepat
saji dan minuman yang mengandung gula.

– Kelainan bawaan, seperti sindrom Prader-Willi.

– Konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat memicu kenaikan berat badan, seperti : obat anti-depresan, anti-psikotik, anti-konvulsan, kortikosteroid, atau obat penghambat beta.

Baca Juga :  Gawat! Dominasi Platform Digital Terancam, AAKLESIA dan KPPU Kompak Bongkar Rahasia Algoritma Nakal

– Perubahan suasana hati yang dapat meningkatkan nafsu makan, misalnya : sedih, stres, atau marah.

– Gangguan tidur sehingga meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berfungsi untuk merangsang nafsu makan.

– Pertambahan usia yang memicu perubahan hormon dan kebutuhan tubuh terhadap kalori.
– Pertambahan berat badan pada ibu hamil.
– Kondisi medis tertentu, seperti : hipotiroid, sindrom Cushing, dan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS).

Sementara itu, gejala obesitas yang umum terjadi pada anak-anak sampai remaja antara lain, yaitu :

-Berat badan yang jauh diatas rata-rata untuk tinggi badan mereka
– Penumpukan lemak di area tertentu
– Stretch mark di punggung dan pinggul
– Kulit menebal dan menjadi lebih gelap (akantosis nigrikans).
– Sesak napas saat melakukan aktivitas fisik.
– Gangguan tidur, misalnya sleep apnea.
– Tidak percaya diri.
– Menstruasi dini pada anak perempuan.
– Pubertas terlambat pada anak laki-laki.
– Kelainan tulang, seperti kaki rata.

Komplikasi Obesitas :

Banyak komplikasi obesitas yang terjadi apabila tidak ditangani dengan baik, seperti :
– Penyakit Jantung dan Hipertensi: Risiko penyakit kardiovaskular meningkat dengan obesitas
– Diabetes Tipe 2: Obesitas meningkatkan risiko resistensi insulin.
– Masalah Pencernaan: Seperti GERD atau batu empedu.
– Gangguan Pernapasan: Apnea tidur atau masalah pernapasan lainnya.
– Masalah Tulang dan Sendi: Seperti osteoartritis.

Baca Juga :  Presiden RI, Prabowo Subianto Resmikan Operasional 1.061 KDKMP, Bupati Simalungun Sampaikan Apresiasi

Penanganan dan Penegahan Obesitas
Penanganan dasar untuk remaja yang obesitas adalah mengatur pola makan yang sehat sesuai kebutuhan asupan gizi ideal.

Selain itu, para remaja juga harus membiasakan diri untuk membatasi makan sambil memainkan gadjet atau menonton televisi, membiasakan sarapan di pagi hari, memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan, minum air putih yang cukup, berolahraga dengan intensitas sedang seperti bersepeda dan berenang setidaknya selama 30 menit sehari atau 150 menit per-minggu, mengetahui berat badan dan lingkar pinggang ideal serta timbang berat badan setiap 1 minggu sekali secara rutin, mencukupi waktu tidur dan istirahat, dan mengelola stres dengan baik.

Selain itu, para remaja bisa juga mengkonsumsi obat-obatan yang dapat membantu menurunkan nafsu makan atau meningkatkan pembakaran lemak dan juga bias melakukan operasi bypass lambung bagi kasus obesitas yang ekstrim. Tetapi itu semua dengan catatan harus konsultasi ke dokter yang berkompeten agar tidk terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
(Ded)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar