oleh

Anggota DPR-RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan SH. MH, Mendatangi dan Melihat Langsung Kondisi Rumah Pangihutan Nainggolan/ br Samosir

Anggota DPR-RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan Sambangi Warga Miskin Pangihutan Nainggolan/Br Samosir di Belawan

 

Lintas Sumut | Belawan-

Warga miskin yang sangat membutuhkan bantuan Pangihutan Nainggolan/br Samosir yang beralamat di Jalan Veteran Lorong 3 Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan bersuka cita.

Sebab, Anggota DPR-RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan SH.MH. hadir melihat langsung kediaman dan kondisi keluarga tersebut. Jumat (29/05/26).

‎Kedatangan Anggota DPR-RI Komisi XIII dalam rangka tugas dan tanggung jawabnya terhadap Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1 untuk melihat langsung kondisi rumah masyarakat miskin tidak layak ditempati, yang beberapa hari lalu ramai diberitakan di media online dan media sosial.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Maruli Siahaan mengatakan sangat prihatin dan akan memberi bantuan.

‎”Karena ada pemberitaan dari media tentang adanya masyarakat miskin yang kondisi rumahnya tidak layak ditempati, saya langsung datang kunjungan ke Medan untuk melihat langsung. Saya prihatin dan saya akan bantu dengan membangun seperti rumah panggung” ucapnya.

Baca Juga :  Peringati Idul adha 1447 H, Polres Tapanuli Tengah Gelar Salat Id dan Sembelih 7 Ekor Hewan Kurban

‎”Saya juga dapat informasi bahwa kumpulan marga Nainggolan dan marga Samosir mereka sudah melakukan pengumpulan dana untuk membantu dalam rangka pembangunan”, ungkapnya.

Keluarga Pangihutan Nainggolan (75) dan Aspita Samosir (72) istrinya, bersama dua orang anaknya.

‎Sebelumnya, adapun pemberitaan di media mengenai keluarga miskin Pangihutan Nainggolan yang sangat membutuhkan uluran tangan untuk merenovasi rumahnya.

‎Kisah Pilu Keluarga Pangihutan Nainggolan (75) dan Aspita Samosir (72) istrinya, bersama dua orang anaknya, yang tinggal di Jalan Veteran Lorong 3 Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Jumat pada 22 mei 2026 kemarin.

‎Pasalnya, pasutri (pasangan suami istri), yang tinggal di rumah reyot dengan kondisi nyaris rubuh dan sering dihantam air pasang laut, harus tetap bertahan mendiami rumahnya tersebut.

Baca Juga :  Air Minum Helse Diduga Bermasalah, Tanggal Kedaluwarsa Cup dan Dus Berbeda

‎Tak sampai disitu, Nainggolan juga mengalami sakit pada matanya hingga tidak bisa melihat, sedangkan istrinya mengalami gangguan pendengaran dan kedua anaknya diduga mengalami keterbelakangan mental.

‎Saat ditemui wartawan di kediamannya, Pangihutan Nainggolan mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan pemerintah terutama program bedah rumah.

‎”Sejak tahun 1987 kami sudah tinggal dirumah ini, saya tinggal bersama istri dan kedua anak saya. Semua kebutuhan sehari-hari kami tergantung dari hasil anak saya memulung, Saat ini kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah”. Ungkap Pangihutan Nainggolan.

‎Sebelumnya, ucapnya lebih lanjut, usaha Pangihutan Nainggolan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dari pemerintah pernah dilakukan, rumahnya diusulkan untuk diperbaiki melalui program bedah rumah dari pemerintah kota Medan, namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi dikarenakan masalah surat rumah.

(Samosir)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar