LINTAS SUMUT | TANJUNGBALAI
Hampir sepekan berlalu peristiwa dibakarnya Kapal Motor Sunli yang sedang bersandar di perairan Sei Apung, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, yaitu pada hari Kamis (16/09/2021) sekitar pukul 04.00 WIB dinihari.
Berdasarkan keterangan saksi bahwa terbakarnya KM. Sunli karena ulah 3 orang oknum tidak dikenal melempar kapal dengan bom molotov sehingga menghanguskan sebagian besar badan kapal yang akhirnya dipadamkan oleh petugas gabungan TNI AL dan POl AIRUD Tanjungbalai Asahan.
“Saya dikejutkan bunyi lemparan botol dan melihat tiga orang memakai topi ninja menggunakan sampan kecil melemparkan botol ke bagian sisi kapal, kemudian langsung pergi,” kata Rohadi si penjaga malam KM. Sunli kepada beberapa media yang memuat berita terbakarnya KM. Sunli.
Dan dalam berita beberapa media tersebut juga dituliskan bahwa Danlanal Tanjungbalai-Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Etwiory mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan kapal yang digunakan untuk membakar KM.Sunli.

“Secara terpadu, kita dengan kepolisian akan mengungkap penyebab kebakaran KM. Sunli, karena wilayah terjadinya di perairan wilayah kerja Lanal TBA. Pelaku sedang diintai oleh intel Lanal, ciri-ciri kapal dan orang sudah dikantongi. Sementara tangkahan kapal dijaga oleh Lanal, antisipasi aksi balas dendam,” ucap Robinson yang dilansir dari berita yang ditulis dibeberapa media hari itu, Kamis (16/09/2021).
Namun pernyataan seorang Komandan Lanal, ternyata tidaklah sama dengan ucapan orang biasa, ternyata ucapan tersebut mulai menimbulkan polemik dan tanda tanya dibeberapa kalangan aktivist sosial Tanjungbalai Asahan.
Seperti yang disampaikan Ahmad Fauzi Hasibuan, SH, Ketua Pergerakan Mahasiswa Masyarakat Asahan Tanjungbalai (PERMMAI) kepada LintasWarta, Selasa (21/09/2021) bahwa dirinya mulai merasa heran ketika sampai saat ini pelaku pembakaran KM. Sunli belum terungkap.
“Kita mulai heran, hampir sepekan berlalu, namun pelaku belum juga tertangkap, padahal katanya ciri-ciri sudah dikantongi, dan yang menyatakan itu bukan orang sembarangan, ini jelas menimbulkan tanda tanya sama masyarakat, sementara saat ini masyarakat menanti kepastian hukum atas insiden pembakaran KM. Sunli tersebut,” kata Fauzi.
Fauzi juga menyarankan, jika dalam praktik nya Lanal TBA mengalami kesulitan, sebaiknya bekerja sama dengan Kepolisian, walaupun TKP diperairan wilayah kerja Lanal TBA, tetapi sebaiknya Polres Asahan juga harus tetap memprioritaskan pengungkapan kasus pembakaran KM. Sunli tersebut, sehingga tidak terkesan seperti berpangku tangan menunggu hasil dari Lanal TBA.
“Kalau memang ada kesulitan, sebaiknya kerja bersama dengan Polisi, walaupun TKP di perairan, tapi kan tidak mungkin juga pelaku selamanya tinggal di Air, dan seharusnya Polres Asahan juga ikut aktif sehingga tidak dianggap menunggu hasil kerja Lanal TBA saja,” lanjut Fauzi.
Fauzi juga menegaskan, bahwa semakin lama kasus tersebut tidak terungkap, maka akan semakin menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat bahwa ternyata pernyataan Danlanal TBA tidak dapat menjadi indikator masalah akan menjadi cepat terungkap.
“Semestinya dengan adanya pernyataan itu, semakin cepat terungkap, atau mungkin ada maksud lain dari pernyataan itu? tapi apapun itu, yang jelas masyarakat saat ini menanti kepastian hukum atas kasus pembakaran KM. Sunli, apalagi dengan ambil perannya Lanal TBA,” pungkas Fauzi.
(R.Siregar)







Komentar