oleh

Ahmad Fauzi, Tokoh Pemuda Pansus P3K DPRD Simalungun Habiskan Anggaran , Tidak Ada Kejelasan

Lintas Sumut |Simalungun 

Tokoh Pemuda Simalungun, Ahmad Fauzi, menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja Panitia Khusus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (Pansus P3K) DPRD Simalungun.

Ahmad Fauzi menilai Pansus P3K yang dibentuk DPRD Simalungun tidak menunjukkan hasil kerja nyata. “Pansus P3K DPRD Simalungun habis-habis anggaran, tapi sampai hari ini senyap ditelan bumi. Tidak ada kejelasan progres, tidak ada laporan ke publik,” tegas Ahmad Fauzi, Minggu 12/04/2026.

Menurutnya, Pansus dibentuk menggunakan uang rakyat sehingga wajib ada produk prestasi yang jelas. Salah satu yang paling mendesak: *mengungkap dan menangkap aktor di balik dugaan pemalsuan dokumen P3K*.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Perbukitan di Pinangsori, Petugas Berjibaku Padamkan Api

“Kalau pansus ini serius, buktikan dengan menangkap aktor dugaan dokumen palsu yang merugikan ribuan honorer. Jangan cuma rapat, studi banding, lalu hilang. Itu namanya pemborosan,” kata Ahmad.

Ia mendesak DPRD Simalungun segera membuka hasil kerja Pansus P3K ke publik, termasuk:
1. *Rincian penggunaan anggaran* selama pansus berjalan.
2. *Progres penanganan kasus dugaan dokumen palsu P3K* dan siapa saja yang sudah diperiksa.
3. *Rekomendasi konkret* untuk penyelesaian P3K di Simalungun.

Baca Juga :  Wabup Tapteng Doakan 55 Calon Haji Sehat dan Lancar Beribadah

“Nasib ribuan honorer P3K ini digantung. Kalau pansus cuma jadi seremonial dan menghabiskan anggaran tanpa bisa menangkap aktor dokumen palsu, lebih baik dibubarkan. Pemuda Simalungun tidak akan diam,” tambah Ahmad.

Ahmad Fauzi meminta pimpinan DPRD Simalungun dan ketua Pansus P3K memberikan klarifikasi terbuka dalam waktu dekat. Ia juga mendorong BPK dan aparat penegak hukum turut mengawasi penggunaan anggaran serta mengusut tuntas dugaan dokumen palsu tersebut.tutup fauzi•(IC)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar