LINTASSUMUT.COM, SIBOLGA | Warga yang bermukim di Jalan Singamangaraja, tepatnya di sekitar Simpang Jalan Murai, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, kembali mengeluhkan banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras. Kondisi ini diduga akibat drainase yang tidak berfungsi optimal pascabencana.
Seorang warga lanjut usia mengungkapkan, sebelum bencana warga kerap mengorek parit secara swadaya agar air tidak masuk ke rumah. Namun kini, hujan ringan saja sudah menyebabkan banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter, memaksa keluarganya mengungsi selama tiga malam dirumah kerabatnya.
Peristiwa memilukan terjadi saat sebuah lemari pakaian roboh akibat terendam air dan sampai menimpa cucunya yang berusia sekitar 18 tahun hingga mengalami bengkak dan memar di kaki.
Keluhan warga tersebut terekam dalam video yang diunggah akun media sosial Simentel-mentel, yang juga menyoroti pernyataan pihak tertentu bahwa kondisi Kota Sibolga dinilai “kondusif”. Jumat (2/01/2026)
“Dari luar kelihatan aman, tapi di dalam rumah kami banjir,” ujar warga dalam video tersebut.
Warga mengaku hingga kini belum ada kunjungan langsung melihat kondisi rumahnya maupun dari pihak kelurahan, maupun kepala lingkungan setempat. Bahkan, meski sempat ada pengorekan parit oleh personel TNI, perbaikan tidak berlanjut karena kehadiran kepling yang dinilai tidak pernah datang ke lokasi.
Warga berharap Pemerintah Kota Sibolga segera turun langsung dan memberikan perhatian serius terhadap banjir yang terus mengancam permukiman mereka.
(Gabriel Ginting/dp)







Komentar