oleh

Demo Soal Proyek Mangkrak Kantor Bupati Tapteng Berujung Ricuh, Oknum DPRD Diduga Terlibat

-BERITA-2,012 views

LINTASSUMUT.COM, Tapteng |

Aksi unjuk rasa yang digelar massa Gerakan Tapteng Baru untuk Perubahan berujung ricuh, Kamis (31/10/2025). Bentrokan pecah di Jalan Raja Kunjungan Lubis, saat ratusan massa hendak menuju Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Ironisnya, dalam insiden tersebut seorang anggota DPRD Sumatera Utara inisial RS disebut turut terlibat dalam aksi saling lempar batu dan pemukulan terhadap para pengunjuk rasa.

Menurut pantauan di lapangan, massa Gerakan Tapteng Baru yang datang dari arah Simpang DPR Pandan berjalan tertib dan dikawal mobil komando serta personel Polres Tapanuli Tengah. Namun tiba-tiba, mereka mendapat hadangan dari kelompok orang tak dikenal yang jumlahnya juga mencapai ratusan. Ketegangan pun memuncak hingga kedua kubu terlibat saling lempar batu dan adu fisik di tengah jalan raya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Publik, Disdukcapil Tapteng, Kemenag dan Pengadilan Agama Pandan, Luncurkan Inovasi "One Day All Service"

Bentrok berlangsung sekitar 45 menit, membuat suasana di kawasan itu sempat mencekam. Sejumlah peserta aksi mengaku mendapat pukulan dan tendangan dari kelompok penghadang. Bahkan, seorang anggota Polres Tapteng yang tengah melakukan pengamanan turut menjadi korban tindakan anarkis.

Salah satu orator aksi, Dennis Simalango, mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Tapteng dari Fraksi NasDem.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara damai, bukan untuk berkelahi. Tapi justru kami dihadang, dipukul, dan dilempari batu. Ini jelas bentuk pembungkaman terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum,”ujar Dennis dengan nada kecewa.

Dennis menegaskan, jalan yang mereka lintasi merupakan fasilitas umum milik pemerintah, bukan milik pribadi kelompok tertentu.

Baca Juga :  Air Minum Helse Diduga Bermasalah, Tanggal Kedaluwarsa Cup dan Dus Berbeda

“Sangat disayangkan, di tengah demokrasi seperti sekarang, masih ada pihak-pihak yang bertindak seolah di atas hukum,” tambahnya.

Aksi unjuk rasa tersebut sejatinya bertujuan mendesak DPRD Tapanuli Tengah membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut dugaan mangkraknya proyek pembangunan Kantor Bupati Tapteng, yang disebut menelan anggaran besar namun belum juga selesai.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum pejabat legislatif dalam insiden tersebut. Namun pihak kepolisian memastikan telah mengamankan situasi dan melakukan pendalaman atas peristiwa yang menodai kebebasan berekspresi masyarakat itu.(ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar