oleh

Sekertariat Cab. Muhammadiyah Sibabangun Bantah Isu Tak Benar, Masyarakat Muhammadiyah Ingin Berharap Syarfi Jadi Khotib Sholat Idul Adha.

-BERITA-2,341 views

LINTAS SUMUT | Tapteng

Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengklarifikasi terkait isu penolakan dan pembatalan mantan Wali Kota Sibolga, Muhammad Syarfi Hutaruk sebagai khatib sholat Idul Adha 1443 Hijriah, di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Muhammadiyah.

Menurut Sekretaris PCM Sibabangun, Suryanto Yusuf, bahwa isu penolakan itu tidak murni keinginan warga Muhammadiyah Sibabangun secara keseluruhan. Melainkan hanya kelompok tertentu.

“Pada prinsipnya, tidak ada satupun warga Muhammadiyah Cabang Sibabangun, Cabang Sibabangun itu termasuk Anggoli dan Lumut, tidak ada yang mengatakan menolak kehadiran pak Syarfi (sebagai Khatib dan Imam sholat Id) di sana,” terangnya melalui konferensi pers, di kediaman Syarfi, di Pandan, Tapteng, Jumat (8/6/2022).

“Namun, belakangan ada pemberitaan di media, yang katanya melalui konferensi pers, kami tidak tahu menahu, dan kami tidak pernah menyatakan menolak,” kata Suryanto didampingi Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tapteng, Muhammad Natsir, usia mengklarifikasi persoalan tersebut kepada Syarfi.

Baca Juga :  Launching QRIS Dinamis, QRISPATI dan Smart Cash di Simalungun, Perkuat Wujudkan Digitalisasi Daerah

Suryanto menyatakan, penunjukan Syarfi sebagai Khatib sekaligus Imam di MDA Sibabangun merupakan keputusan PCM selaku penyelenggara sholat Id. Serta mendapat dukungan warga Muhammadiyah di wilayah tersebut.

“Tepatnya tanggal 26 Juni, kalau tak silap, itu, kami (PCM Sibabangun) layangkan surat kepada pak Syarfi, memohon kesediaannya menjadi khatib sholat Id, di lapangan MDA pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2022. Undangan yang kami sampaikan itu murni, tanpa ada embel-embel politik,” tuturnya.

“Setelah ada jawaban (kesediaan Syarfi), kami (PCM) musyawarahkan kembali dengan warga Muhammadiyah, sekaligus membahas persiapan pelaksanaan kurban. Disampaikan juga bahwa pak Syarfi menyumbang Kerbau satu ekor. Semua yang hadir dalam pertemuan itu tidak ada yang menolak, semua mengatakan bagus, semua menerima,” sebutnya.

Baca Juga :  Sepekan Bertugas, Kasat Lantas Polres Sibolga Langsung Edukasi Pelajar SMA Negeri 1 soal Tertib Berlalu Lintas

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa PCM Sibabangun belum merubah keputusan untuk membatalkan Syarfi sebagai Khatib sekaligus Imam sholat Id di MDA Muhammadiyah Sibabangun.

“Kami bersama warga Muhammadiyah Sibabangun masih berharap kehadiran pak Syarfi (sebagai khatib dan Imam sholat Id). Namun, itu kembali kepada keputusan beliau,” katanya.

Sementara itu, Syarfi yang menanggapi permasalahan tersebut sebaliknya memutuskan tidak bisa memenuhi keinginan PCM dan warga Muhammadiyah Sibabangun.

“Saya tidak ingin kehadiran saya di sana nantinya malah menimbulkan kegaduhan. Ini untuk kebaikan bersama. Saya tidak ada hal-hal yang nantinya malah mengganggu kekhusukan warga Muhammadiyah Sibabangun saat melaksanakan ibadah. Saya sampaikan pemohonan maaf dan semoga hubungan silaturahim saya dengan warga Muhammadiyah Sibabangun tetap terjalin dengan baik,” ucapnya.(JU)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar