oleh

 

Lintas Sumut |Pematngsiantar

Kematian mantan istri Sekda Kota Pematangsiantar, Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (27/2/2021) lalu akhirnya terungkap. Korban meninggal murni karena dibunu

Personil gabungan dari Polda dan Polres Pematangsiantar pun sudah berhasil menangkap pelakunya wanita berkulit bersih yaitu Rohayani Purba alias Gea. Pelaku berusia 33 tersebut ditangkap di rumah makan AJJAH yang ada Kawasan Jalan Gatot Subroto Kelurahan Medan Petisah Medan Petisah, Selasa (2/3/2021) siang.

Adapun tercatat sebagai warga Tanjung Maria Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun dan untuk penyidikan lebih dalam, petugas segera menyerahkannya ke Polres Pematangsiantar. Sedangkan motif pelaku adalah sakit hati, dimana pelaku diduga kerap dipermalukan di depan teman-teman kosnya. Setiap menagih uang kos, korban kerap marah.

Baca Juga :  Himbauan Tentang Peningkatan Disiplin & Penegakan Hukum Prokes Dalam Rangka Pencegahan & Pengendalian Covid - 19

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi membenarkan keberhasilan tim Opsnal Jantanras Polres Pematang Siantar dan Opsnal Subdit III Jatanras Polda Sumut. Awalnya tim mendapat informasi atas keberadaan pelaku. “Sehingga pelaku langsung diamankan dan selanjutnya dibawa ke Polres Pematangsiantar untuk diserahkan ke penyidik Sat Reskrim,” jelasnya.

MP Nainggolan menambahkan, selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa uang Rp114.000, 2 unit handphone dan simcard.

Sebelumnya istri Tagor Batubara tersebut ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka di rumahnya sendiri. Pertama kali korban ditemukam oleh anaknya, Darma Lamhot Batubara sekitar pukul 21.00 WIB.

Sementara kepala Foreksi RSUD Djasamen Saragih mengatakan bahwa dari pemeriksaan mereka, korban mengalami kekerasan dan ini diperkuat dengan adanya sejumlah luka-luka di bagian tubuhnya. “Pada korban temukan ada kekerasan benda tajam dan tumpul pada beberapa bagian tubuh. Ada di kepala, di wajah, di leher, di tangan, punggung dan kaki,” kata dr Reinhard Hutahaean.

Baca Juga :  Personel TMMD Ke110 Cat Rumah Ibadah, Jemaat: Kami Merasakan Kegiatan TMMD, Tentu Kegiatan Kenangan bagi Kami

Reinhard pun menilai bahwa dari luka itu dapat disimpulkan korban diduga kuat meninggal karena dibunuh. “Luka-luka tidak wajar secara keseluruhan. Artinya, kalau kita bicara cara kematian korban, kalau kita bicara insidental kecelakaan dan pembunuhan, bunuh diri, maka ini cenderung ke arah pembunuhan,” terangnya.ilham

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

News Feed

loading...