oleh

Proyek Normalisasi Kanal Pembuangan Saluran Irigasi Rawang – Silau Laut Di Soal

Lintas Sumut | Asahan –

Pekerjaan Normalisasi Kanal Pembuangan Saluran Irigasi Rawang – Silau Laut di protes sejumlah elemen masyarakat, pasalnya pekerjaan disinyalir asal jadi.

Beberapa warga masyarakat Silau Laut terutama di sekitar lokasi proyek kepada lintassumut.com, Selasa (16/6) sekira Jam 11.00 Wib saat melihat lokasi pengerukan banyak membeberkan kejanggalan – kejanggalan pengerjaan proyek tersebut.

Menurut salah seorang warga, AU adanya pengerukan zig -zag atau tidak rapi dengan alasan yang belum jelas sehingga terlihat aneh. Sementara jalan masyarakat Desa yang sudah dilakukan pengerasan ditimbun sehingga tidak bisa dilalui warga untuk memanen hasil perkebunannya.

Baca Juga :  Masinton Naikkan Insentif Guru TK-PAUD, Prioritaskan Daerah Terpencil
Ket gbr : Tanah dibawah bibir kanal yang tak dikeruk.

“Ini dikeruk dan ditimbun padahal dulu sudah pengerasan oleh Desa, yang ada pohon mahoninya tidak ditimbun, karena punya orang kaya, takut dia minta ganti”, ujarnya.

Hal senada juga disampaikan pemerhati kontruksi Asahan, M. Yunus saat menyambangi lokasi pengerjaan. Pemilik akun facebook Jurnalist Mania itu mengatakan pengerjaan normalisasi Kanal pembuangan air irigasi Rawang – Silau laut tersebut amburadul, terlihat dari cara pengerukan yang tidak simetris dan masih adanya tanah yang bertumpuk tidak dikeruk dibawah bibir Kanal di lokasi tertentu.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar