oleh

Mahasiswa STPS Kecewa Dan Tak Respon Perpindahan, Mahasiswa : Laporkan Ke LLDIKTI Sumut

-BERITA-3,323 views

LINTAS SUMUT | SIBOLGA

Mau mengajukan perpindahan dari Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga, Mahasiswa kecewa karena tidak direspon pihak dosen.

Akhirnya sejumlah Mahasiswa STP Sibolga melaporkan ke LLDikti Wilayah Satu Sumatera Utara. Pengaduan itu yakni melakukan perpindahan ke Kampus STPK Matauli dan Darmawangsa.

Mahasiswa sempat melakukan koordinasi dengan dosennya berinisial IS, yang mengaku sebagai Pembantu Ketua (PK) III STP Sibolga, namun IS menyatakan kepada Mahasiswa.

“Kalau saya tidak berikan, anda mau melapor kemana?, perpindahan mahasiswa STP Sibolga ini didasarkan beberapa alasan, terutama menurunnya mutu akademik dan kebijakan semena-mena yang tidak sesuai kurikulum (KKNI),” kata Cikal Telaumbanua Mahasiswa STP Sibolga menirukan ucapan Dosennya.

Cikal juga menyebutkan, bahwa salah satu mahasiswa sudah ada yang berangkat ke LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara. Hal itu disambut baik oleh Bidang Kemahasiswaan LLDIKTI disana.

Ketika ditanya apa respon pihak Bidang LLDIKTI Kemahasiswaan, Cikal katakan. “Bahwa proses perpindahan merupakan hak dari setiap Mahasiswa ketika tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari kampus,” sebutnya meniru ucapan dari Bidang LLDIKTI, Hendra Gunawan, SH.

Cikal mendapatkan saran, jika memang pindah merupakan pilihan terbaik, kenapa harus dipersulit?

“Penyerahan surat peringatan satu dan dua dari Dosen IS telah dilampirkan menjadi sebuah laporan ke LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, yang dianggap cacat administrasi dan diasumsikan sebagai proses tekanan STP Sibolga terhadap mahasiswa,” tukas Cikal.

Baca Juga :  Seorang Pengedar Sabu di Desa Helvetia Ditangkap

Masih kata Cikal, dirinya mempertanyakan status JES yang telah dipecat oleh Yayasan tetapi menjadi dosen pembimbing yang dikeluarkan oleh Plt Ketua STP Sibolga.

Cikal menyatakan, kerjasama antara PK III STP Sibolga dengan oknum JES bukanlah hal yang sulit dibaca mahasiswa karena semua berlandaskan kepentingan.

“Saya takut kebijakan akademik yang selama ini tertata baik oleh SPMI dirusak oleh oknum yang mengaku PK III dan baru bekerja 3 bulan di STP Sibolga,” ucapnya.

Ironisnya menurut Cikal, ketidakmampuan STP Sibolga menggaji dosen di awal semester regular ini merupakan salah satu alasan kuat mengapa mahasiswa tingkat dua dan tiga diberangkatkan magang (PKL).

Cikal dan Mahasiswa lainnya berharap, yayasan untuk lebih peka dan cepat menyelamatkan STP Sibolga dan proses perpindahan mahasiswa, kalau begini terus berjalan karena akan mempengaruhi citra kampus STP Sibolga di masa akan datang.

Sementara itu, Mahasiswa STP Sibolga awal semester ini akan melakukan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang tidak sesuai dengan kurikulum.

Ketika dikonfirmasi pihak STP Sibolga, IS dosen juga Pembantu Ketua (PK) III STP Sibolga mengutarakan, bahwa pihaknya tidak pernah melakukan larangan yang namanya mempersulit Mahasiswa. Karena menurutnya tidak ada hak melarang apa yang ingin Mahasiswa lakukan.

Baca Juga :  Kopdes Rp1,6 Miliar Ambruk di Simpang Labingke, Pengurus Kecewa: Dibangun Tanpa Melibatkan Kami

“Kalau mereka buat statmen seperti itu pak silahkan saja, tak ada hak kami melarang mereka. Apalagi mau melakukan perpindahan. Memang ada tiga orang yang mau pindah, ya saya suruh melengkapi berkasnya tapi sampai sekarang mereka tidak datang,” kata IS.

IS juga menjelaskan, bahwa dosen di STP Sibolga bukan hanya dirinya, menurut dia masih ada dosen-dosen lainnya. “Apa hak saya mempersulit mereka, andaikan mereka datang gak mungkin lah tidak kami layani. Seberapa hebatlah saya di STP Sibolga ini,” Ungkap IS.

Dan ketika Media mengkonfirmasi
Cikal selaku Ketua BEM bahwa membantah pernyataan Dosen berniasal IS itu tidak benar yang mengatakan Mahasiswa tidak ada menjumpai dan melakukan upaya.

“Mahasiswa sudah melakukan upaya berulang kali untuk menjumpai Pihak Kemahasiswaan berinksial IS dan sekaligus membawa berkas-berkas yang diminta beliau, hanya saja mahasiswa tetap mangalami kesulitan. Sampai salah satu mahasiswa menangis saat keluar dari ruang kemahasiswaan, karena sudah berupaya memenuhi permintaan beliau.” Ungkas Cikal saat menyatakan kesalnya (dp)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar