Lintas Sumut | Simalungun –
Kondisi jembatan penghubung antara dusun di Nagori Tangga Batu Kecamatan Hatonduhan, Kab Simalungun sudah sangat memperhatinkan bahkan nyaris runtuh.
Menurut penuturan warga sekitar, bangunan jembatan tersebut sudah berusia puluhan tahun. Hal itu dibenarkan oleh seorang warga bermarga Manurung yang kini berusia 80 tahun, Warga Dusun V Aek suhu Nagori Tangga Batu yang merupakan salah satu sesepuh di Dusun tersebut.
“Jembatan dibangun sejak zaman kolonial Belanda, dulunya untuk mengangkut hasil dari perkebunan teh yang kenak sudah menjadi milik BUMN PTPN IV unit Balimbingan,” kata Opung Manurung kepada Lintassumut.com, Sabtu (29/8).
Sayangnya sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Simalungun tak begitu memperhatikan kondisi jembatan yang rawan ambruk tersebut.
Terpisah, Penggulu Tangga Batu Irawanto saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali mengerim proposal ke Pemkab Simalungun dan PTPN IV unit Balimbingan, namun belum ada kejelasan dan pihak terkait.
Keterangan Camat Hotunduan Drs Zocson Silalahi MPD membenarkan jalan disekitaran jembatan itu sudah jalan kabupaten.
“Maka sudah semestinya pihak Pemkab yang berperan merenopasi jembatan penghunungi itu,” ucapnya.
Di ketahui, jembatan penghubung ini menjadi akses penting untuk masyarakat, perkebunan PTPN IV Unit Balimbingan kerap melintas jembatan ini untuk mengeluarkan hasil dari panen sawitnya, tentunya keterlibatan PTPN IV Balimbingan juga ikut bertanggung jawab untuk membenahi jembatan tersebut.
Pasalnya mobil-mobil angkutan PTPN IV bermuatan sawit dengan tonase 9 hingga 10 ton perhari ikut mempengaruhi rusaknya jembatan ini. Di tambah lagi usia jembatan yang sudah sangat tua, tentu kegilisahan masyarakat cukup beralasan.
Anggota DPRD Simalungun dari Dapil Kec. Hatonduhan, Bonauli Rajagukguk SH mengatakan pihaknya melalui lembaga legislatif sudah menyampaikan apa yang menjadi keluhan ke Dinas PUPR Simalungun.
“ini sudah kami sampai ke Dinas PUPR Simalungun untuk segera merehab total jembatan itu, Proposal di layangkan agar Dinas PUPR segera bertindak melakukan perbaikan, mengigat usia jembatan yang sudah sangat tua di khawatirkan bisa memakan korban jiwa.
“Kita juga tau jembatan itu adalah akses penting untuk masyarakat mengeluarkan hasil – hasil bumi, untuk perputaran ekonomi, juga akses satu-satunya untuk ratusan warga yang ada di beberapa dusun”, ungkapnya. (Ilham)







Komentar