oleh

Jembatan Gantung Di Simalungun Ancam Nyawa Pengguna Jalan

Lintas Sumut | Simalungun – 

Jembatan penghubung dua Desa yakni Desa Perkebunan Mayang Kecamatan Bosar Maligas dan Desa Maligas kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun ancam keselamatan pengguna jalan, pasalnya sejumlah Besi penyanggah jembatan tampak mulai rapuh dan berkarat.

“Bisa saja tiba tiba jembatan itu ambruk dan memakan korban jiwa jika tidak segera diperbaiki”, ungkap Amri (54) warga Desa Mayang saat ditemui awak media di kawasan jembatan pada Jumat  (30/5).

Senada juga dikatakan TS (60) jembatan itu dibawahnya merupakan sungai yang memiliki tebing sedalam sekira 15 meter antara bibir sungai dengan jembatan, jika jembatan putus tak hanya orang dewasa siswa didik dan anak anak bisa masuk kedalam sungai itu sebab anak sekolah dari mulai SD sampai SMA dari kedua desa menggunakan jembatan itu menuju sekolah”, tambah TS .

Baca Juga :  Air Minum Helse Diduga Tak Sesuai Label, Berpotensi Langgar UU Perlindungan Konsumen

Pantauan awak media sekira seratusan kenderaan dan pejalan kaki lalalu lalang menggunakan jembatan itu untuk kelancaran arus barang dan jasa warga dari kedua desa .

Informasi dihimpun, jembatan itu berdiri sejak jaman pemerintahan Belanda dan diduga belum mendapat biaya perawatan dari pemerintahan setempat. Terkesan ada pembiaran terkait perawatan jembatan, padahal warga berpuluh tahun sangat mengharapkan perbaikan.

Bahkan sejumlah warga juga sempat mengatakan pihak BUMN setempat sempat mengucurkan dana CSR sebesar Rp 250 juta namun belum adanya kesepaktan antara dua desa, dana CSR dialihkan ke desa lain.

Baca Juga :  Pengacara Nilai Dakwaan JPU Bermasalah di Sidang Ucok Sayur Vs Anak Ketua DPRD Tapteng

Sementara itu Kepala Desa Mayang Amadi saat dikonfirmasi awak media melalui selularnya mengatakan telah berulangkali mengajukan proposal pengajuan perbaikan jembatan gantung hingga tingkat Nasional.

“Kemungkinan pada 2021 kedepan permohonan perbaikan dikabulkan pemerintahan pusat dan Kabupaten Simalungun, usulan itu juga telah diketahui pihak Kodim setempat, kita hanya menunggu jawaban, jika perlu anggaran Dana Desa Tahun anggaran 2021, 100 persen siap kita anggarkan untuk perbaikan jembatan gantung bang”, jelas Amadi.(ZN/Red)

Teks foto : Jembatan penghubung desa Mayang dengan Desa Bosar Maligas terancam putus dan mengancam nyawa pengguna jembatan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar