Lintas Sumut | Asahan – Terkait 102 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Asahan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan bersama Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dan tokoh masyarakat menggelar pertemuan untuk membentuk Gugus Tugas Percepatan (GTP) Penanganan Covid-19 di Asahan, Selasa (24/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan.
Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan akan membentuk GTP Penanganan Covid-19 dengan melibatkan unsur Pentahelix yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Unsur Akademisi, Pengusaha dan Unsur Media Komunikasi dan Informatika dalam pembahasan untuk menentukan status wabah pandemi bencana non alam di Kabupaten Asahan.
Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tidak melakukan tindakan berebihan dalam membeli kebutuhan, serta tidak menimbun bahan kebutuhan pokok.
Pihaknya juga sudah meminta kepada jajaran instansi kesehatan, OPD dan satuan vertikal di Kabupaten Asahan agar melakukan sosialisasi dalam pengendalian resiko infeksi Covid-19.
“Kepada seluruh masyarakat untuk tidak panic serta mengurangi aktivitas diluar rumah, menghindari tempat umum, keramaian apabila tidak ada kepentingan mendesak”, ujar Surya.
Surya kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kepada seluruh perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar tradisonal, hotel, tempat hiburan, restoran, tempat wisata dan tempat umun lainnya agar menyediakan cuci tangan berupa air mengalir dan hand sanitizer.
Dianya juga mengintruksikan kepada seluruh camat untuk tetap monitor kondisi masyarakat dan terus berkonsultasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Asahan atau Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.
Bupati Asahan juga memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan untuk mengusulkan penetapan siaga darurat di Kabupaten Asahan kepada gugus tugas Provinsi Sumatera Utara dan Pusat.
Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan Drs. John Hardi Nasution, MSi berikan laporan bahwa saat ini di Kabupaten Asahan terdapat 102 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan kondisi 96 orang sehat dan 6 orang sakit dan berasal dari 14 Kecamatan yakni Kecamatan Sei Dadap 9 orang, Air Joman 7 orang, Silau Laut 37 orang, Rahuning 2 orang, Buntu Pane 4 orang, Setia Janji 6 orang.
Sementara, Kota Kisaran Barat 5 orang, Kota Kisaran Timur 15 orang, Pulau Bandring 1 orang, Sei Kepayang 1 orang, Pulau Rakyat 4 orang, Aek Ledong 9 orang, Tanjung Balai 1 orang dan Simpang Empat 1 orang.
“Saya mengingatkan para pasien yang sedang dilakukan pemantauan oleh tim medis diharapkan dapat disiplin dan mematuhi apa yang diintruksikan oleh tim medis untuk mencegah penyebaran virus tersebut”, ucapnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit yang ada di Asahan untuk segera membuat ruangan isolasi khusus pasien Covid-19.
“Jika mengetahui informasi adanya masyarakat yang baru datang dari daerah yang terjangkit oleh virus corona, dimohonkan untuk segera melaporkan ke Dinas Kesehatan Pemkab Asahan agar dapat melakukan pengecekan kepada orang tersebut”, tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Yahdi Khoir berharap serangan covid-19 ini dapat berlalu bila seluruh stakeholder bersatu padu dalam memeranginya dengan melakukan langkah-langkah yang konkrit.
Yahdi juga berikan apresiasi atas langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Asahan dalam pencegahan virus tersebut. “kami akan menyampaikan hal ini kepada Gubernur Sumatera Utara agar menjadi perhatian beliau”, jelas Yahdi Khoir. (Abib)













Komentar