oleh

Progres Pemulihan Bencana di Tukka Capai Hampir 10 Persen, Pekerjaan Dikebut Meski Terkendala Cuaca

Lintassumut.com, Tapteng | Progres pembangunan pemulihan pascabencana banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, terus dikebut oleh pihak Kementrian san pihak pelaksana PT Wika. Hingga saat ini, progres pengerjaan di tiga paket utama penanganan banjir disebut telah mencapai hampir 10 persen.

Tiga paket pekerjaan tersebut meliputi pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam di Sungai Tukka, serta pengendalian sedimentasi sungai di wilayah Sigalagala.

PPK SNVT PJSA Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Kementerian PU, Antoni Siahaan, menjelaskan bahwa progres pekerjaan saat ini masih didominasi pengerjaan awal berupa penggalian pondasi dan perakitan material pabrikan.

“Yang pertama pengendalian banjir Sungai Tukka berupa pemasangan retaining wall. Yang kedua pembangunan sabo dam di bagian atas sungai, dan yang ketiga sabo dam Sigalagala. Secara umum progresnya sudah hampir 10 persen karena saat ini yang bisa kita kerjakan penggalian pondasi dan sebagian perakitan barang fabrikasi,” ujar Antoni Siahaan saat dikonfirmasi awak media di lokasi. Selasa (26/05/2026)

Ia mengatakan, pekerjaan di lapangan masih menghadapi tantangan besar akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan yang menyebabkan banjir di kawasan proyek.

“Cuaca bang, banjir bang. Tapi kita tidak bisa melawan alam. Makanya seperti ini. Kalau cuaca bagus kita kebut pekerjaan,” katanya.

Baca Juga :  Momentum Idul Adha, Pelindo Regional 1 Gandeng 33 BKM Masjid Belawan

Meski demikian, pihaknya optimistis proyek pengendalian banjir tersebut nantinya mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini menghantui masyarakat Tukka.

“Mudah-mudahan bisa mengendalikan banjir. Tapi kita juga tidak bisa memprediksi alam. Kita bekerja berdasarkan desain rencana. Kalau tidak salah desain kita itu untuk banjir Q25 tahunan. Kalau seperti kemarin banjir bandang itu mungkin sudah masuk Q100. Namanya alam, kita tidak bisa melawannya. Kita harus bersahabat dengan alam dalam pengerjaan ini,” jelasnya.

Antoni Siahaan menambahkan, penanganan darurat yang sebelumnya dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil di beberapa titik rawan banjir.

“Tapi mudah-mudahan karena pengerjaan yang dilakukan sebelumnya saat tanggap darurat sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa banjir yang terjadi hanya satu dua rumah yang masuk air dan sedimentasi juga tidak terlalu masuk lagi,” ucapnya.

Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai sesuai target pemerintah pusat.

“Kita butuh doa dan dukungan masyarakat, terutama warga setempat. Kalau soal hujan dan alam kita tidak bisa menebaknya. Rekayasa cuaca juga belum sampai ke sana. Tapi kami masih yakin pekerjaan ini bisa selesai,” katanya.

Menurutnya, Menteri Pekerjaan Umum saat kunjungan ke Tukka beberapa waktu lalu menargetkan pekerjaan fisik selesai pada Oktober 2026, sementara masa kontrak proyek berakhir pada Desember 2026.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan dan Ketertiban

“Target finishing sesuai arahan Menteri PU itu Oktober, dan kontraknya berakhir Desember 2026,” tambahnya.

Terkait ukuran sabo dam yang dibangun, Antoni Siahaan menyebut dimensinya bervariasi dan telah dicantumkan di papan informasi proyek.

“Ukuran sabo dam bervariasi dan sudah tertulis di papan pengumuman proyek,” ujarnya.

Saat ini, pekerjaan di bagian hulu sungai juga mulai berjalan, termasuk penggalian pondasi serta perakitan besi untuk konstruksi utama.

“Besinya dirakit dulu, setelah itu langsung diantar dan dipasang. Jadi kami kerja sambil kejar-kejaran dengan cuaca hujan,” katanya lagi.

Sementara itu, Operasional Layanan UPTD PUPR Sibolga, Firman Zalukhu, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah turun meninjau aliran Sungai Aek Bonan Lumban dan mengambil sampel material sungai untuk penanganan lanjutan.

“Kami sudah turun ke lokasi dan mengambil sampel aliran sungainya. Untuk pengerjaannya memang akan dilakukan bertahap melalui anggaran dari Provinsi Sumut,” ujar Firman Zalukhu.

Di sisi lain, Sait Operation Manager Wijaya Karya, Hadi Som, mengungkapkan bahwa penanganan pembukaan alur sungai di bagian hulu terkendala material pasir dan hujan deras yang terus terjadi.(ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar