oleh

Pemkab Tapteng Normalisasi Sawah Masyarakat Pascabanjir Bandang di Kecamatan Tukka

LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai melakukan normalisasi sawah masyarakat di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, yang terdampak banjir bandang pada 25 November 2025 lalu. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kembali lahan pertanian warga yang tertimbun lumpur dan pasir akibat perubahan alur sungai.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH, turun langsung meninjau kondisi sawah warga serta memastikan proses normalisasi berjalan sesuai rencana. Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian Geloria M. K. Ginting, S.P., M.M., M.Sc, serta jajaran teknis terkait.

Masinton Pasaribu menegaskan bahwa normalisasi sawah menjadi prioritas karena sektor pertanian merupakan sumber penghidupan utama masyarakat di Bona Lumban dan sekitarnya.

“Sebagian besar sawah ini adalah sawah lama yang produktif, tetapi tertutup pasir dan lumpur cukup tebal. Kita normalkan kembali agar bisa segera ditanami,” tegas Bupati di lokasi.

Baca Juga :  Disperindag Sibolga Ancam Sita Air Minum Helse Kedaluwarsa, Pedagang Diminta Hentikan Penjualan

Ia juga menjelaskan, pekerjaan normalisasi dilakukan dengan menurunkan alat berat untuk mengangkat sedimen lumpur dan pasir, meratakan kembali lahan, serta memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan tertimbun longsor.

Bupati Tapteng menargetkan, setelah proses normalisasi selesai, sawah masyarakat dapat kembali ditanami pada tahun 2026 sehingga ketahanan pangan dan ekonomi petani dapat pulih.

Pemerintah Kabupaten Tapteng bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Kementerian PUPR dijadwalkan akan melaksanakan groundbreaking pada 15 Januari 2026 sebagai tanda dimulainya program pembukaan dan normalisasi sawah terdampak bencana.

Selain normalisasi fisik lahan, pemerintah pusat juga akan menyalurkan bantuan bibit dan pupuk kepada petani terdampak sebagai bentuk dukungan lanjutan.

Baca Juga :  Anak Muda Bergerak Desak kajatisu dan Komisi 3 DPRI RI Evaluasi Kajari Simalungun Lambatnya Penanganan Laporan Dugaan Pungli Proyek Irigasi Javacolonisasi Pematang Bandar

Sementara itu, Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian Geloria M. K. Ginting menyatakan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu prioritas rehabilitasi sawah pascabencana di Sumatera Utara.

“Prinsipnya, sawah masyarakat harus segera kita pulihkan agar kembali produktif. Dengan kerja bersama, kami optimistis sawah-sawah ini bisa kembali menghasilkan,” ujarnya.

Diketahui, luas sawah masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Tukka mencapai sekitar 484 hektare, sementara total sawah terdampak di Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat sekitar 7.365 hektare. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar