Lintas Sumut | Medan – Meningkatnya Pasien Dalam Pantauan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP) di Sumatera Utara, Satuan Gugus Tugas (Satgasus) Percepatan Penanganan Virus Corona (COVID-19) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis meminta kepada seluruh pelaku usaha tempat hiburan khususnya di Medan, untuk menutup sementara usahanya selama dua pekan kedepan.
Riadil yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan adanya kenaikan jumlah PDP) dari 48 menjadi 53 orang yang berada di 24 rumah sakit di 6 kabupaten/kota.
Sementara jumlah ODP yang melapor ke rumah sakit tercatat menjadi 1.391 orang dari 763 orang. Para ODP ini paling banyak tersebar di Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Asahan, Binjai, dan Pakpak.
“Sampai hari ini pasien negatif corona ada 8 orang. Tapi terjadi kenaikan pasien positif corona menjadi 8 orang, 1 di antaranya meninggal. Jadi 7 orang masih dirawat,” ucapnya.
Masih menurutnya, di Sumut sudah ada 28 kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat Covid-19. Bagi masyarakat yang merasa ada gejala-gejala batuk, flu, demam, Riadil meminta agar segera lakukan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
“Terhadap ODP dilakukan tracing, kita pantau semua pasien-pasien ini. Kami memohon sekali pada masyarakat terutama ODP mohon kerjasamanya untuk tetap menjadi pantauan dinas kesehatan,” terangnya.
Sampai saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut telah menyiapkan berkisar 479 ruang isolasi yang tersebar di Kota Medan dan Deliserdang. Selain 206 rumah sakit rujukan, pihaknya sudah siapkan rumah sakit rujukan untuk evakuasi utama di RS GL Tobing. Sebanyak 49 ruang isolasi telah disediakan. RS Martha Friska ada 230 kamar isolasi, RS Sari Mutiara untuk ODP ada 25 kamar, Wisma Atlet ada 99 kamar isolasi.
Pihaknya meminta kepada semua masyarakat untuk tetap waspada. Menurutnya, masih banyaknya ODP yang membandel dan keluar rumah, tidak melakukan isolasi diri di dalam rumah.
“Kita meminta kepada pelaku usaha pariwisata untuk melakukan penutupan kegiatan sementara sejak hari ini hingga dua pekan kedepannya. Diantaranya klab malam, bar, karaoke, bioskop, mandi uap, panti pijat dan sejenisnya,”katanya.
Jika pengusaha tidak menutup usahanya, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mengambil tindakan. Untuk pelaku usaha perhotelan dan MICE juga, dia meminta agar menunda berbagai kegiatan keramaian yang akan digelar. Hal ini dilakukan semata hanya untuk menghentikan ruang gerak penyebaran virus Corona di Sumut.
Riadil juga menuturkan sebagian APD dan peralatan medis lain untuk penanganan Corona sudah tiba di Sumut. Selanjutnya, secara berkala dalam satu dua hari kedepan akan tiba lagi dari pusat ke Sumut. (Red)













Komentar