oleh

Masinton Gandeng STPK Matauli, Siapkan Tapteng Jadi Poros Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045

Lintassumut.com, Tapteng | Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, menghadiri Studium Generale (Kuliah Umum) di Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STPK) Matauli Pandan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam mengembangkan konsep Blue Economy (Ekonomi Biru) di wilayah pesisir Tapanuli Tengah.

Kuliah umum bertema “Positioning Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Matauli serta Alumninya dalam Pembangunan Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas 2045” itu menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Anggota DPR RI Komisi IV sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004.

Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu mengapresiasi komitmen STPK Matauli dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kelautan dan perikanan.

Menurutnya, Tapanuli Tengah memiliki garis pantai sekitar 200 kilometer dengan potensi kelautan yang sangat besar. Namun hingga kini, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Masinton Sambut Kunjungan DPN, Dorong Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Tapanuli Tengah

“Potensi laut kita sangat besar, tetapi belum memberikan dampak ekonomi yang maksimal. Karena itu, kami berharap dapat membangun sinergi strategis dengan Yayasan Matauli untuk mendorong pengelolaan sektor kelautan yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Masinton.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mendorong pengakuan kawasan Pantai Barat Sumatera sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya (heritage) yang memiliki nilai strategis di tingkat nasional.

Sementara itu, Prof. Rokhmin Dahuri menilai Tapanuli Tengah memiliki modal alam yang sangat kuat untuk berkembang sebagai pusat ekonomi biru di Indonesia.

“Tapanuli Tengah memiliki potensi blue economy yang sangat besar karena panjang garis pantainya mencapai lebih dari 200 kilometer,” katanya.

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Prof. Rokhmin merekomendasikan tiga sektor prioritas yang perlu dikembangkan, yakni:
Perikanan budidaya laut, dengan fokus pada komoditas unggulan seperti lobster, udang vaname, dan rumput laut.

Baca Juga :  Arus Petikemas BNCT Capai 59.918 TEUs pada Mei 2026

Hilirisasi industri perikanan tangkap, melalui pembangunan industri pengolahan ikan yang ramah lingkungan dan berorientasi ekspor.
Pariwisata bahari kelas dunia, dengan meningkatkan fasilitas pendukung, penataan destinasi wisata, serta aksesibilitas agar mampu bersaing dengan destinasi internasional seperti Maladewa.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan STPK Matauli diharapkan mampu melahirkan inovasi dan kebijakan yang berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Matauli Pandan, perwakilan Ketua Pembina Yayasan Matauli, unsur Forkopimda Tapanuli Tengah, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Ketua STPK Matauli, para asisten dan staf ahli Pemkab Tapteng, Plh. Kepala Dinas Kelautan, Plh. Kepala Bappeda, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar