Lintassumut.com, Tapteng | Deputi Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Dr. Yayat Rutat, M.Eng., melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Tapanuli Tengah untuk meninjau langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang telah berlangsung sekitar delapan bulan.
Yayat menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan melihat perkembangan penanganan bencana sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bahan rekomendasi kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pertahanan.

“Dewan Pertahanan Nasional, yang diketuai oleh Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Harian Menteri Pertahanan, melakukan kunjungan ke Tapanuli Tengah untuk melihat langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangannya, mendengar langsung masukan dari masyarakat, Bupati Masinton Pasaribu, dan Wakil Bupati Mahmud Efendi mengenai apa yang sudah dilakukan serta tantangan yang masih dihadapi,” ujar Yayat disela kunjungan di Tapteng. Senin (6/07/2025)
Menurutnya, seluruh hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan DPN sebagai bahan penyusunan rekomendasi strategis kepada Presiden.
“Kami akan menindaklanjuti sesuai tugas pokok dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional, yakni memberikan rekomendasi strategis kepada Presiden melalui Menteri Pertahanan,” katanya.
Dalam kunjungan itu, rombongan DPN juga menyalurkan bantuan di tiga lokasi terdampak bencana. Yayat mengakui masih banyak wilayah yang perlu dikunjungi, namun keterbatasan waktu membuat kunjungan kali ini difokuskan pada tiga titik.
Ia turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menangani dampak bencana.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati yang telah bekerja sigap bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam melaksanakan rehabilitasi serta rekonstruksi. Tantangan memang masih ada, dan DPN akan berupaya membantu sesuai kewenangan yang dimiliki,” ungkapnya.
Yayat menambahkan, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat hingga berbagai lembaga terkait.
Usai kunjungan ke Tapanuli Tengah, DPN berencana melakukan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan kementerian/lembaga di Jakarta guna membahas langkah-langkah yang perlu segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi atas perhatian Dewan Pertahanan Nasional terhadap kondisi daerahnya.
“Kami berterima kasih atas kunjungan Dewan Pertahanan Nasional. DPN merupakan instrumen strategis Presiden yang juga memberikan perhatian terhadap isu kebencanaan. Dalam pertemuan ini kami membahas berbagai kebutuhan penanganan pascabencana di Tapanuli Tengah,” kata Masinton.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dipercepat, mulai dari penataan lingkungan, pembangunan infrastruktur dasar seperti cek dam, penanganan kawasan bantaran sungai yang rawan longsor, hingga percepatan pemenuhan hak-hak korban bencana.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan BNPB terkait percepatan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Harapan kami, hasil kunjungan DPN ini dapat menjadi rekomendasi kepada Presiden sehingga kementerian teknis dapat segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat Tapanuli Tengah,” ujarnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Yayat juga berinteraksi dengan para siswa SD Negeri 152983 Hutanabolon 1, Kecamatan Tukka. Ia memberikan kuis kepada para siswa dan menyerahkan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan.
Selain itu, Deputi Bidang Geoekonomi DPN didampingi Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis menyerahkan bantuan untuk mendukung renovasi ruang kelas SD Negeri 152983 Hutanabolon 1 kepada kepala sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana.(ded)







Komentar