oleh

Jelang Masuki Puasa, Warga Mandi di Sungai Dengan Tradisi Mandi Balimo-Limo

-BERITA-1,347 views

LINTAS SUMUT | Tapteng

Tradisi Berlimo yang setiap tahunnya di laksanakan sebelum Bulan Puasa menjadi kegiatan rutinitas cirikhas warga Sibolga-Tapteng yang beragama muslim memasuki puasa di masa Ramadhan 1445 H.

Tradisi berlimo ini bertujuan untuk membersihkan diri sebelum mamasuki Bulan Puasa.

Momens belimo tersebut sudah menjadi salah satu rutinitas kegiatan membersihkan diri dengan ramuan Khas yang dianggap menjadi salah satu bahan untuk membuat limo yang di pakai untuk membersihkan diri dikala menjelang Ramadhan tiba.

Menurut keterangan masyarakat saat di Wawancarai menjelaskan, belimau ini memang sudah salah satu tradisi di Sibolga-Tapteng. Sebelum ramadhan tiba memang ginilah tradisinya, tradisi ini sudah kami laksanakan dari orang tua kami terdahulu. Ini sudah menjadi rangkaian rutinitas disaat menjelang bulan puasa akan tiba.

Baca Juga :  Ungkap Peredaran 1,97 Gram Sabu, Satnarkoba Sibolga Berhasil Amankan Dua Pelaku dari Gang Nuri

“memang berlimau ini sudah menjadi tradisi menjelang Puasa, yah,, sedari nenek kami emang inilah tradisi kalau di Sibolga-Tapteng,” Ucap wanita paroh baya ibu Aminah warga Sibolga kepada awak media Senin sore (11/03/24).

Lanjutnya menjelaskan, memang cara ini sudah dianggap menjadi salah satu wujud dari rangkaian adat pesisir Pantai Barat Sumatera Utara. Sebelum Ramadhan sepanjang sungai ini akan ramai dikunjungi warga untuk acara berlimo.

sambungnya, adapun Bahan-bahan yang di campur untuk membuat limo yang di pakai untuk berlimo berupa, Daun Nilam, Batang Embelu (jenis tumbuhan berupa Buqus Rolfie Vidal), Daun Pandan, Sereh Betawi, Kulit Kayu, Jeruk Purut beserta Daunnya, lalu bahan tersebut di tumbuk dengan halus dan diperas dan air perasannya yang disebut limo.

Baca Juga :  Ahmad Fauzi, Pemuda Pelopor 2022 yang Antar Lansia Huta Bayu Raja Berobat Gratis mengunakan bpjs pbi

Adapun Hasil perasan tersebut akan di mandikan setelah para warga usai mandi dengan bersih dan di akhir nama belimo, hasil perasan rempa tersebut dimandikan kembali dari kepala sampai membasahi sekujur tubuh.

Pantauan media, terlihat warga asyik berlimo dipemandian sungai Sibuluan di dua kelurahan tersebut di padati puluhan ribu masyarakat Kabupaten-Kota. diperkirakan kepadatan terjadi sekitar Jam 13:00 s/d 15:00 WIB.

Dari kegiatan tersebut ratusan Personil Kepolisian Polres Tapteng, Satpol PP, Basarnas dikerahkan untuk mengantisipasi kegiatan warga dalam melaksanakan tradisi Berlimau dan memberikan rasa aman di saat belimau berlangsung.(Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar