oleh

Gotong Royong Pascabencana, Jembatan Muara Sibuntuon Jadi Simbol Tapteng Bangkit

LINTASSUMUT.COM, Tapteng | Jembatan gantung atau rambin di Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyimpan kisah kekuatan kemanusiaan di balik keberadaannya.

Keganasan banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) 25 November yang lalu menjadi latar belakang pembangunan jembatan gantung di kawasan terdampak bencana ekologis itu. Kehadiran jembatan ini membuka keterisolasian Desa Sibio-bio dan Desa Simanosor di Kecamatan Sibabangun menuju wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Jembatan penghubung sepanjang 50 meter tersebut dibangun dengan semangat gotong royong oleh kelompok relawan bersama masyarakat setempat pada masa darurat bencana. Para relawan berasal dari berbagai komunitas, di antaranya Tapteng Bangkit, Karang Taruna, Arei Peduli, 4×4 Perwira AAU’98, IOF, dan Yayasan Semangat Jiwa Indonesia (SEJIWA).

Baca Juga :  KNPI Simalungun Dukung Perpanjangan HGU PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate

“Pengerjaan pembangunan jembatan rambin ini dimulai pada 14 hingga 22 Desember 2025,” ungkap Putra Riady, Koordinator Kelompok Relawan Muda Tapteng, Minggu (8/2/2026).

Bencana lingkungan yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada 25 November tahun lalu meluluhlantakkan banyak daerah, termasuk Tapanuli Tengah. Musibah tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menelan banyak korban jiwa.

Di tengah keterpurukan para penyintas, kolaborasi para relawan hadir memberi semangat dan harapan, meski sebagian dari mereka juga terdampak bencana.

Ketua Relawan Tapteng Bangkit, Timbul Panggabean, mengatakan jembatan tersebut menjadi salah satu bukti nyata pengabdian relawan dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Jatuh dari Lantai Tiga Asrama, Dilarikan ke RSUD

“Jembatan ini menggunakan bahan kayu dari sisa material bencana yang tersedia, dengan melibatkan warga dalam proses pembuatannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan semangat untuk “Tapteng Bangkit Lebih Cepat dan Pulih Lebih Kuat”.

“Kami berharap warga bisa merasakan dampak positif dari apa yang kami lakukan, karena mereka tidak sendirian menghadapi situasi yang tidak pernah mereka inginkan. Harapan kami, semangat gotong royong seperti ini terus berlanjut bersama pemerintah daerah hingga Tapteng pulih sepenuhnya,” ujarnya. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar