Penerapan hidup baru (New Normal) juga didengungkan untuk masyarakat tangguh melawan pendemi Covid 19, ternyata penyaluran sembako juga menjadi masalah di sejumlah daerah karena dianggap tidak tepat sasaran atau banyak masyarakat yang sangat membutuhkan namun tidak kebagian.
Lanjut Syaiful, inilah saatnya para Pekerja Sosial turun tangan baik dari aspek penyuluh sosial ke masyarakat maupun bimbingan kepada aparat desa dalam mendata masyarakat dan masyarakat PKH yang mengalami gangguan sosial dan ekonomi di masa pendemi Covid 19.
“Karena pekerja sosial adalah bidang keahlian yang memiliki kewenagan untuk melaksanakan berbagai upaya guna meningkatkan kemampuan orang dalam melaksanakan fungsi -fungsi sosial”, jelas PJ Bupati Batu Bara tahun 2008 itu.
Apalagi banyak Pekerja Sosial atau ilmuan kesejahteraan sosial dari berbagai perguruan tinggi dan para alumninya baik dari Universitas Sumut, Universitas Muhammadiyah Sumut dan dari Politeknik.
“Seperti pekerja sosial di Bandung ambil bagian untuk membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mengatasi dampak sosial dan ekonomi masyarakat dimasa pendemi covid 19 yang masih berkepanjangan, karena para tenaga kesejahteraan sosial merupakan orang-orang yang terdidik dan terlatih secara profesional untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah-masalah sosial”, ucap Syaiful yang juga Ketua TBUPP Kabupaten Batu Bara itu. (AMBARITA)













Komentar