LINTASSUMUT.COM, Tapteng | Kisah memilukan datang dari Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Empat anak bersaudara, yakni Dian Parman Waruwu (8), Yaatild Waruwu (7), Sofia Setiawan Waruwu (4), dan Exilelita Waruwu (2) kini hidup terlantar setelah ditinggal kedua orangtuanya.
Ayah mereka, Hezisoke Waruwu, sedang menjalani hukuman di Lapas Sibolga akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sementara sang ibu, Aguslinar Zebua, sudah enam bulan terakhir menghilang tanpa kabar. Sebelumnya, Aguslinar bekerja serabutan di Sibolga dan masih sesekali pulang membawa kebutuhan untuk anak-anaknya. Namun kini, ia tak dapat lagi dihubungi.
Keterbatasan ekonomi memaksa keempat anak ini keluar dari rumah kontrakan mereka pada pertengahan Juni 2025 karena tak sanggup membayar sewa sebesar Rp400 ribu per tahun. Kini, mereka diasuh oleh sang nenek yang sudah lanjut usia, menumpang di rumah papan milik warga setempat.
“Sejak Januari kemarin, ibunya tidak pernah datang lagi dan tak bisa dihubungi. Anak-anak ini kesulitan bahkan untuk makan sehari-hari, apalagi membayar kontrakan,” ujar Mendrofa, warga Pagaran Honas, kepada wartawan, Minggu (13/7/2025).
Kepala Desa Pagaran Honas, Herianto, menyampaikan bahwa pihak desa telah berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin. “Pemerintah desa sudah memberikan bantuan makanan, susu, dan perlengkapan sekolah supaya dua anak tertua bisa kembali bersekolah di kelas 2 SD,” tuturnya kepada SNN.
Ia menambahkan, pihak desa juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sang nenek dari dana desa. “Kalau beras habis, saya sudah instruksikan nenek mereka untuk langsung datang ke rumah kepala dusun,” tambahnya.
Herianto berharap Pemkab Tapanuli Tengah dapat turun tangan memberikan bantuan lebih lanjut demi masa depan keempat anak ini. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten untuk kelanjutan hidup anak-anak ini,” pungkasnya. (Ded)







Komentar