oleh

Dipakai untuk Menyetrum Ikan, Kenderaan Dinas Pemko Tanjungbalai Diserahkan Warga Ke Inspektorat

Lintas Sumut | Tanjungbalai

Sekelompok warga dari Desa Sei dua hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan mendatangi Kantor Inspektorat Pemerintah Kota Tanjungbalai, Kamis (25/01/2024).

Kedatangan mereka bertujuan untuk menyerahkan satu unit kenderaan dinas roda dua milik Pemerintah Kota Tanjungbalai BK 2740 Q yang mereka temukan tertinggal ketika mereka mengejar 3 orang pelaku penyetruman ikan di Sungai Selingsing, Dusun 13 Desa Sei dua hulu.

Husin Dalimunte sebagai perwakilan masyarakat yang menyerahkan kenderaan tersebut kepada Inspektorat mengatakan bahwa mereka pada hari Minggu sore ada melakukan pelarangan terhadap 3 orang laki-laki yang sedang menyetrum ikan disungai selingsing.

“Awalnya kan saya mau pergi naik sampan memancing udang, pas di pecahan tanggul penahan banjir yang berada di sungai selingsing nampakkulah ada 3 orang laki-laki sedang menyetrum ikan dari pinggiran sungai, kuhimbau lah, jangan menyetrum disini, banyak pekarangan ( bubu/lukah) masyarakat disini kubilang,” kata Husin.

“Tak terima kuhimbau itu, malah salah satu dari mereka yang berbadan paling tegap seperti perawakan anggota polisi, malah balik menantang, tak senang kau? naik kau biar kupijak – pijak kau disini katanya, lantas kujawab tunggulah kupanggil kawan – kawan ku, tak imbang kita ini, diapun menjawab, panggillah biar kami tunggu disini,” lanjut Husin.

Baca Juga :  7 Kelompok Tani Terima Alat Bantuan. Pj Bupati : Bantuan ini Digunakan dengan baik, Jangan Dijual

Masih kata Husin, “ begitu saya dan kawan-kawan sampai lagi dilokasi, mereka memang masih ada disana, tapi mulai bergerak menjauh, hingga akhirnya kami panggil dan kami kejar, tapi mereka lari menggunakan 2 kenderaan roda dua, namun yang satunya terjatuh dan ditinggalkannya lah kreto Dinas ni,” papar Husin.

Selanjutnya warga lain yang bernama Ikbal menambahkan, bahwa sebelum diserahkan ke Inspektorat, sempat kenderaan dinas tersebut mereka titip dengan Kepala Dusun 13 Desa Sei dua hulu, tetapi entah karena alasan apa, kemudian diserahkan kembali kepada kami.

“Mungkin ada upaya-upaya penekanan sama Kadus tu bang, dibalekkannya lagi sama kami, karena kami bukan pihak yang berwenang, maka kami serahkanlah ke Inspektorat, sebelumnya memang ada kami koordinasi dengan bidang aset bahwa memang kenderaan dinas ini milik Pemko Tanjungbalai,” imbuh Ikbal.

Ketika ditanyakan mengapa tidak diserahkan kepada Aparat Kepolisian setempat, Ikbal menjawab, “kurang yakin kami diproses cepat disana bang, sebab sebelumnya dua pengaduan kami tentang penyetruman juga sebelum ini, sampai sekarang tak jelas kelanjutan nya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sat Narkoba Grebek Kampung Narkoba, Berhasil Tangkap Dua Tersangka di Simalungun

Selanjutnya dengan penyerahan tersebut, mereka berharap agar Inspektorat melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi kepada pengguna kenderaan dinas tersebut karena dinilai sudah ikut serta secara tidak langsung dalam memfasilitasi kejahatan perikanan, dan mereka siap dipanggil kembali apabila dalam prosesnya dibutuhkan keterangan tambahan.

Sementara itu, Inspektorat Pemerintah Tanjungbalai melalui Mahdaleni, Plt Kasi Irban(sus) kepada warga yang hadir mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil dan memproses pengaduan serta berterimakasih sudah mengantarkan kenderaan dinas BK 2740 Q ke Inspektorat Tanjungbalai yang kemudian akan menjadi barang bukti dalam Laporan Pengaduan tersebut.

Sebagai referensi tambahan, bahwa menurut UU RI Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan, bahwa penyetruman adalah salah satu kegiatan ilegal fishing yang dapat merusak kelestarian ikan dan lingkungan.(RBB)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar